Category Archives: Sports

Siapa yang Akan Melaju ke Final?

Neymar Cedera Tulang Belakang dan Tidak Bisa Melanjutkan Piala Dunia 2014
Neymar Cedera Tulang Belakang dan Tidak Bisa Melanjutkan Piala Dunia 2014

Tanpa Neymar yang cedera tulang belakang dan Silva yang terkena akumulasi kartu, langkah Brasil di Piala Dunia 2014 sepertinya tidak akan jauh. Di semifinal, mereka dihadang tim yang paling solid di turnamen ini, Jerman.

Namun demikian, Brasil dan Jerman sesungguhnya menjalani nasib serupa di perempat final. Kedua raksasa sepakbola dunia ini berhasil lolos ke semifinal berkat gol yang diciptakan oleh pemain belakang mereka, bukan penyerang!

Jadi, barangkali Brasil punya kesempatan yang sama besarnya dengan Jerman untuk tampil di final, selama pemain belakang mereka tetap tangguh dan mampu mencetak gol kemenangan.

Di partai lainnya, Argentina berhadapan dengan Belanda. Semua orang paham jika kedua tim adalah pengusung sepakbola menyerang yang terkadang cenderung ceroboh untuk urusan pertahanan. Namun di piala dunia kali ini, pelatih Argentina justru cenderung senang bertahan dan pelatih Belanda adalah sosok yang sangat hati-hati. Rasanya ini bakal jadi pertandingan yang sangat alot.

Legenda menyatakan bahwa setiap kali piala dunia digelar di benua Amerika, juaranya sudah pasti berasal dari benua itu. Namun, melihat grafik permainan dari para semifinalis, cukup terbuka kesempatan untuk memusnahkan legenda tersebut.

Jerman dan Belanda, setidaknya berdasarkan hitungan statistik FIFA selama turnamen berlangsung, berada di atas lawan-lawannya.

May the beast win, hahaha!

Menikmati Aksi Pamungkas Sang “Pass Master”

Pirlo dan Peta Pergerakannya Melawan Inggris di Piala Dunia 2014
Pirlo dan Peta Pergerakannya Melawan Inggris di Piala Dunia 2014

Di era sepakbola yang semakin mengandalkan kecepatan dan kekuatan otot seperti sekarang ini, tidak banyak pemain berusia tua yang mampu bertahan. Salah satu yang masih sangat disegani lawan dan menyenangkan untuk dilihat adalah Pirlo.

Di usianya yang sudah menginjak angka 35 tahun, Pirlo masih pantas disebut sebagai raja lapangan tengah. Gerakannya yang gemulai dan cenderung lambat kerap menipu, menutupi akurasi pass dan visi permainannya yang sangat tajam. Sudah banyak tim besar dunia terbunuh oleh kehebatannya mengoper bola ke jantung pertahanan lawan, merobek rapatnya baris pertahanan yang seolah tak tertembus.

Dalam pertandingan melawan Inggris di Piala Dunia 2014, Pirlo kembali menunjukkan kelasnya. Pirlo memberikan pass lebih banyak dibanding gabungan pass dari keempat gelandang Inggris yang diturunkan oleh Hodgson.

Dengan akurasi pass sebesar 92%, Pirlo menggerakkan tim Italia mempecundangi Inggris yang seperti tak kenal lelah berlari dengan kencang.

Melihat Pirlo bermain bola dan menggerakkan seluruh tim dengan visi permainannya rasanya sangat nikmat. Setiap kali bola melekat di kakinya, waktu seperti berhenti. Dengan caranya dan dalam waktunya sendiri, dia kemudian mengatur jalannya pertandingan. Pirlo, tak mungkin disangkal, adalah seorang pass master yang sulit dicari tandingannya.

Dengan tumbangnya Inggris di kaki dan kepala Luis Suarez, pertandingan antara Italia melawan Kosta Rika menjadi semakin penting. Kemenangan bagi salah satu tim akan memastikan posisi sebagai juara Grup D. Dan Italia, tanpa meremehkan organisasi permainan ciamik dari Kosta Rika dan kehebatan penyerang belianya yang bernama Joel Campbell, rasanya punya peluang besar untuk kembali meraih poin penuh.

Barangkali ini adalah piala dunia terakhir bagi Pirlo. Bagi saya, itu adalah alasan utama kenapa kita mesti mati-matian menikmati permainannya bersama Italia. Menikmati bagaimana dengan gemulai dia akan menyuguhkan aksi pamungkasnya, meluluhlantakkan Kosta Rika dan kemudian Uruguay.

PON 2012 di Riau Benar-benar Bobrok!

Hambalang bukan yang terakhir. Itu pasti! Beberapa venue pertandingan PON 2012 di Riau juga ambruk, padahal perhelatan olahraga nasional itu baru saja dimulai!

 

Karpet Futsal di PON 2012 Rusak Karena Air Hujan (foto oleh Donzol)

 

Gila, ya? Benar-benar gila!

Dan tidak satu pun, cek saja di media massa, pejabat daerah di Riau atau pejabat organisasi olahraga nasional yang mau mengaku salah dan berjanji segera memperbaiki keadaan. Nyatalah bahwa negara ini dikelola oleh para pengecut yang sama sekali tidak bisa bekerja.

Futsal, cabang baru yang belum terlalu dikenal, ikut menderita. Akibat payahnya kekuatan atap venue, air hujan yang turun sejak pagi rembes ke bawah dan merusak karpet lapangan.

Tentu saja ini membawa konsekuensi buruk. Jadual pertandingan diundur, menunggu perbaikan dadakan diselesaikan.

Jadual pertandingan diundur artinya jadual setiap tim, dalam segala aspek, ikut diundur. Penginapan, persiapan pra-pertandingan, hingga jadual jalan-jalan.

Tak hanya itu, dana pun pasti ikut membengkak. Sehari saja jadual ditambah, biaya satu tim bisa membengkak seperti karet tercelup kedalam minyak tanah. Apalagi kalau berhari-hari!

Dengan segala kebobrokan pada hari-hari pembuka ini, rasanya PON 2012 di Riau tidak akan menyajikan sesuatu yang menggembirakan. Jika tidak jatuh korban karena tertimpa runtuhan bangunan saja rasanya sudah lebih dari memuaskan…