Duff McKagan: It’s So Easy and Other Lies

Siapapun yang menyukai permainan drum Steven Adler di album Appetite for Destruction seharusnya berterima kasih kepada Duff McKagan. Kenapa? Karena dia dan Izzy Stradlin-lah yang memaksa Adler meninggalkan gaya permainan metalnya dan mengeluarkan gaya baru yang kemudian jadi panduan drum heavy metal selama satu dekade berikutnya.

Paperback: 384 pages
Publisher: Touchstone; Reprint edition (March 20, 2012)
Language: English
ISBN-10: 1451606648
ISBN-13: 978-1451606645
Product Dimensions: 9.1 x 6.2 x 1 inches

 

 

Dan, seperti musisi rock kelas dunia lainnya, Duff dan Izzy melakukannya dengan gaya yang sangat khas.

Alih-alih mengajak Adler berdiskusi, keduanya malah mencuri perlengkapan drum Adler satu per satu, setiap kali mereka berlatih, hingga akhirnya drum set Adler terdiri dari perangkat yang sangat minim saja!

Cerita-cerita kecil di balik kehebatan Guns N’ Roses era Appetite for Destruction seperti itulah yang jadi bagian paling menarik dari buku setebal 384 halaman ini. Sebuah buku yang disajikan dengan sangat terbuka.

Ada juga kisah mengenai pertengkarannya dengan Axl Rose yang berujung pada keluarnya dia dan Slash dari Guns N’ Roses. Kemudian cerita tentang kegilaannya dalam mengkonsumsi alkohol dan berbagai jenis narkoba, serta usahanya yang sangat keras untuk tetap berkarya dalam musik.

Semua itu mengalir deras, tersusun dalam kata-kata dan kalimat lugas yang lebih terasa seperti novel dibanding sebuah otobiografi.

Jika semua informasi di dalam buku ini benar, maka teranglah sosok Duff McKagan bagi kita semua, seperti sebutir batu di dasar sungai yang berair bening.

Buku ini, seperti kebanyakan buku otobiografi rocker senja usia lainnya, tentu saja menceritakan perubahan kepribadian sang rocker. Mulai dari remaja miskin yang tak kenal lelah memberontak, menjalani hidup penuh resiko, hingga menjadi bintang dunia dan akhirnya dipaksa kembali ke kenyataan, menjadi seorang manusia biasa berusia tua yang mensyukuri karunia terhebat miliknya: kehidupan.

Jika Dave Mustaine kembali kepada Tuhan, maka Duff McKagan mencari keselamatan melalui martial art dan menu olahraga keras lainnya, seperti hiking dan mountain biking.

Dia juga sangat banyak menulis. Tak tanggung-tanggung, yang ditulisnya adalah topik-topik berat seperti kolom finansial di sebuah koran lokal Seattle. Dan tentu saja, tentang musik.

Setelah membaca buku ini, saya memandang sosok Duff McKagan dengan rasa hormat yang berbeda. Sebelumnya saya menghormatinya semata karena kehebatannya bermain bas di Guns N’ Roses. Namun kini, saya menghormatinya karena kehebatannya bertahan sebagai manusia, setelah semua yang dilaluinya. Duff McKagan, di mata saya kini, adalah seorang survivor sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *