Jadi yang Tertua Nonton Navicula

Tidak ada yang bisa membuat saya mendadak merasa tua selain datang ke konser yang digelar khusus untuk remaja. Namun demi menonton Navicula, penyiksaan batin itu saya tanggung. Bersama beberapa teman yang kurang lebih sama tuanya, berangkatlah saya menghadiri PLFair garapan Pangudi Luhur.

 

Navicula di PLFair (foto oleh muhammadasranur)

 

Rupanya tema tahun ini adalah kapal laut. Maka panggung besar tempat Navicula bermainpun dihias sedemikian rupa, mirip suasana di atas geladak. Boleh juga.

Tidak ada bir di area konser. Confirmed! Tapi cewek-cewek dibawah umur lalu-lalang memamerkan kemolekan paha dan kemudaannya. Dan di sudut deretan penjaja makanan, duduklah beberapa bocah cowok ingusan, menjual Jack Daniels, Absolut Vodka dan Jose Guervo. Sungguh absurd!

Whatever. Ini adalah versi mereka tentang festival musik. Sah-sah saja. Saya hanya datang untuk Navicula. Hal lainnya tidak begitu penting lagi.

Tepat jam 7 malam Navicula menghantam. Seperti biasa, mereka membuka dengan “Menghitung Mundur”.

Belum lagi chorus, crowd surfing sudah berlangsung. Bocah-bocah SMA berambut gondrong itu asyik berteriak mengikuti lagu, melompat dan melempar temannya ke lantai beton. Rupanya mereka memang mengenal Navicula.

Sungguh melegakan! Kegilaan polos dan energi mentah khas remaja ternyata masih ada. Dunia masih punya harapan!

Barangkali ini adalah konser Navicula ke-20 yang saya tonton. Sayangnya, ini bukanlah yang terbaik.

Sejujurnya, sekembalinya dari petualangan high profile-nya ke Kanada, Amerika Serikat dan Australia tempo hari, saya mengharapkan lebih dari mereka.

Namun drum set milik Gembul berkata lain. Seolah enggan digebuki, sepanjang konser drum set tersebut tak henti bergeser menjauh.

Begitu juga suara gitar Dankie. Tak meledak seperti biasanya. Seolah terbawa angin, suaranya timbul tenggelam.

Dan sungguh malam itu adalah malam celaka. Tepat jam 19:45, Navicula terpaksa meninggalkan panggung tanpa membawakan Metropolutan!

Malam itu jelas bukan milik saya.

Harapan yang tersisa ada pada konser berikutnya di Galeri Antara, Pasar Baru, sebelum mereka kembali ke Bali. Konser gagasan Green Peace Indonesia ini akan digelar pada hari Selasa, 29 Januari 2013, jam 19:00-21:00.

Semoga Metropolutan hadir dan pesona dahsyat Navicula menjelma seutuhnya di sana!

3 thoughts on “Jadi yang Tertua Nonton Navicula”

  1. Hal serupa terjadi saat Kelelawar Malam naik pentas. Kurangnya koordinasi antara band dan panitia membuat KM asik berlama-lama mensetting alat dan aksesoris mulai dari kemenyan, melati dan kuntilanak. akhirnya KM hanya bisa memainkan 4 lagu dan skenario kuntilanak terbang saat lagu Bangkit dari Kubur terpaksa dibuat prematur, keluar lebih awal di lagu Malam Jumat Kliwon. Sungguh kuciwa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *