Navicula yang Intim, Intens dan Mempesona

Di Galeri Foto Antara, Jakarta, Selasa (29/1) malam tadi, Navicula membayar lunas semua hutang-hutangnya. Tidak hanya memainkan Metropolutan, yang gagal ditampilkan di PL Fair, Sabtu (26/1) lalu, malam itu Navicula membawakan tak kurang dari 16 lagu. Dan yang paling penting, mereka membawakannya dengan luar biasa ganas!

 

 

Inilah rupanya sosok terbaru Navicula, yang disebut Dankie dalam percakapannya bersama saya beberapa malam sebelumnya sebagai buah dari latihan keras mereka selama sesi rekaman di Record Plant Studio, California, Amerika Serikat, akhir tahun 2012 lalu.

Bagaimana tidak keras? Kabarnya, untuk satu lagu saja, Navicula harus berlatih hingga lebih dari 15 kali!

Jika sebelum ini Rudolf Dethu sudah menyebut aksi live Navicula sebagai “tight performance”, bagaimana dengan penampilan mereka di Galeri Foto Antara semalam? Bahkan celana dalamnya Wonder Woman pun bakal kalah ketat!

Menghitung Mundur, Kalimati, Everyone Goes to Heaven, Aku Bukan Mesin, Over Konsumsi, Zat Hijau Daun, Alien, Di Rimba, Orangutan, Refuse to Forget, Harimau! Harimau!, Tomcat, Mafia Hukum dan Metropolutan adalah deretan lagu-lagu yang dibawakan. Ditambah satu lagu yang tidak saya kenal dan kemudian encore tunggal berupa Suram Wajah Negeri.

Sejak chord pertama menghantam, Navicula seolah tidak terhentikan.

Dan audiens yang menyesaki ruang kecil itu, sebagian besar adalah remaja-remaja berambut gondrong, menyambut dengan buas. Mereka berteriak, bernyanyi bersama, melompat gembira dan ber-crowd surfing seolah tak ada lagi hari esok. Semua berkeringat. Semua menggila!

Malam itu setidaknya ada tiga momen favorit yang layak saya kenang.

Momen pertama adalah ketika audiens menjerit bersama, menirukan suara orangutan dan teriakan perang suku-suku Indian Amerika di lagu Orangutan.

Momen kedua, ketika audiens, di bawah komando Robi, menyuarakan berbagai bunyi-bunyian rimba pada lagu Di Rimba. Setiap kali verse yang sunyi melantun, suara monyet, burung, harimau, angin dan air menyeruak. Seru!

Omong-omong, Di Rimba adalah nomor favorit terbaru saya. Lembut namun jantan. Merdu sekaligus tegas. Sebuah lagu cinta yang manis dan pada saat bersamaan, elegan.

Momen ketiga adalah ketika seorang remaja cowok kurus berkacamata, masih memegang buku catatan sekolah, terlempar ke atas, nyaris menyambar tiang lampu, saat ber-crowd surfing! Selama tiga detik yang barangkali adalah tiga detik paling emosional dalam hidupnya itu, dia memejamkan mata dan berteriak bersama lagu. Menjeritkan semua masalahnya kepada dunia. Fucking awesome!!!

Bahwa Navicula dekat dengan Green Peace Indonesia karena memperjuangkan beberapa isu serupa, itu memang benar. Namun bagi saya, malam itu adalah kelahiran sempurna dari sebuah pertunjukan musik rock kelas dunia khas Navicula. Intim, intens dan luar biasa mempesona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *