Pohon Tua Perlu Bersandar

Siapapun yang mendengar Jerit Sisa pasti akan tersentak. Terenyuh. Namun lebih dari itu, siapapun yang menuliskannya pastilah sudah pernah menjalani gelap dan hampanya hidup setelah cinta tercabut dari kesehariannya. Sebuah pengalaman hidup yang barangkali tidak semua orang mampu menanggungnya.

 

Pohon Tua (foto oleh Ananda Suryo Anindyo)

 

Seperti Pohon Tua Bersandar yang sangat intens dan gelap, Jerit Sisa adalah lagu Dialog Dini Hari yang sama pekatnya. Penuh luka dan kepasrahan.

Seperti teriakan penuh harap yang memantul di dinding jurang. Kehilangan arti.

Jerit Sisa adalah desah keras dari jiwa yang kosong.

Dalam konser rahasianya (lebih tepat disebut dadakan, mengingat informasinya tersebar luas di social media) di Borneo House, Jakarta, Selasa (5/3) malam tadi, Dadang membawakan Jerit Sisa sendirian. Di awal pertunjukan.

Pesannya jelas: seramai apapun kehidupannya bersama Navicula dan Dialog Dini Hari, sesungguhnya Dadang kesepian. Pohon Tua benar-benar perlu sebuah hati yang lembut untuk bersandar.

Dipuncaki dengan jamming yang luar biasa memukau bersama Tika, konser Dialog Dini Hari semalam terbilang liar untuk ukuran mereka.

Tanpa setlist sebagai panduan, malam itu semua berlangsung spontan. Nyaris semua lagu ditampilkan dalam semangat improvisasi tanpa batas. Hampir terdengar seperti jazz.

Seperti jam session pada umumnya, tidak semua lagu berhasil dibawakan dengan mulus. Terutama di setiap ending-nya. Namun demikian, Dialog Dini Hari tetaplah musisi kelas satu yang bahkan di hari terburuknya pun mereka tetap dapat memainkan lagu layaknya sekumpulan penyihir.

Asap rokok yang menggantung rendah di Borneo House jadi saksi hadirnya lagu terbaru Dialog Dini Hari yang akan menjadi materi di album ke-4 mereka. Sebuah lagu up-beat yang asyik, berjudul Temui Diri. Sahabat Pagi (sebutan untuk fans Dialog Dini Hari) yang semalam tidak hadir, silahkan gigit jari.

Untuk sebuah pertunjukan musik dengan tiket seharga Rp. 20.000, konser Dialog Dini Hari semalam jelas melebihi ekspektasi. Lagu-lagu bagus, jam session yang sangat cair dan memukau, serta tentu saja koor bersama audiens yang luar biasa menyenangkan.

Koor ini, dalam satu kesempatan, bahkan melampaui perannya dari sekedar mengikuti jadi mendikte performer. Koor dadakan (nyaris separuh lagu) dari audiens yang sebagian besar duduk di lantai memaksa Dialog Dini Hari membawakan Tentang Rumahku.

Saya tidak bisa tertawa lebih lebar lagi, karena itu adalah lagu Dialog Dini Hari favorit saya sepanjang masa, hahaha!

2 thoughts on “Pohon Tua Perlu Bersandar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *