Perangkap Tikus

Bicara soal korupsi sungguh membosankan. Setiap hari, koran tempat saya cari makan menulis tentang korupsi. Kadang satu halaman, kadang lebih. Hasilnya? Selain kebencian pada koruptor kian memuncak, rasanya tidak ada. Alih-alih malu karena diberitakan, koruptor malah tambah banyak. Bersemi seperti kurap di lipatan ketiak yang basah.

 

Oom Pasikom by GM Sudarta

 

Tapi lain cerita jika yang bicara soal korupsi adalah para musisi. Pendekatan mereka selalu unik dan menyenangkan untuk disimak.

“Perangkap Tikus”, sebuah album kompilasi produksi Indonesia Corruption Watch (ICW), menyuguhkan kemuakan pada korupsi di negeri ini dalam ragam bunyi yang sangat menarik. Sepuluh lagu apik tersaji dalam kompilasi ini.

Saya men-download album kompilasi ini secara legal hanya karena ingin mendengarkan lagu “Mafia Hukum” milik Navicula. Lagu lainnya, jujur saja, tidak terlalu saya pedulikan.

Tapi ternyata album ini menyimpan banyak kejutan!

Satu yang paling mengejutkan dan akhirnya saya sukai adalah lagu berjudul “Partai Anjing” milik Iksan. Sebuah balada blues usil yang memotret korupsi dari sudut pandang pelaku. Coba baca penggalan liriknya berikut ini:

“… Orang-orang brengsek suka makan duit rakyat masuk ke Partai Anjing! Yang suka korupsi dan pandai mengumbar janji gabung ke Partai Anjing! …”

Lucu kan? Ditambah dengan cara menyanyikannya yang ugal-ugalan, lagu ini sukses bikin saya terpingkal-pingkal.

Ya, begitulah jika musisi angkat suara soal korupsi.

Rupanya mereka sudah ikut gerah. Maka jadilah energi dan bakatnya ditumpahkan dalam sindiran, protes atau hasutan yang enak didengar. Dan mudah-mudahan, siapapun yang mendengarkan album ini terketuk hatinya untuk bersama-sama mengutuk korupsi dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela itu.

Album kompilasi “Perangkap Tikus” dapat didengarkan atau di-download secara legal di sini: beranijujur.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *