Rasio Emosi Positif dan Negatif

Dalam cabang ilmu psikologi yang disebut Psikologi Positif, Dr. Barbara L. Fredrickson melakukan penelitian mendalam mengenai emosi positif. Emosi yang menyenangkan. Salah satu temuan pentingnya: manusia, pernikahan dan bahkan tim bisnis yang sukses adalah yang memiliki rasio emosi positif dan negatif minimal 3 banding 1.

 

 

Tim desain Android milik Google kemudian mengadopsi temuan ilmiah ini dan menjadikannya alat uji user experience yang luar biasa ketat. Mereka merancang sebuah sistem penilaian yang diberi nama Jars of Marbles.

Jika ada 2 respon terhadap usulan desain yang saling bertolak-belakang, yaitu satu negatif dan satunya lagi positif, maka desain itu otomatis dinyatakan gagal. Mengapa? Karena satu respon negatif hanya dapat diimbangi oleh tiga respon positif. Bukan hanya satu.

Berarti efek dari emosi negatif sangat besar, dong? Tepat sekali!

Orang yang bekerja di dunia public relation, marketing communication, promotion atau advertising pastilah memahami besarnya dampak emosi negatif pada brand mereka. Satu komentar negatif dari konsumen sudah cukup untuk menjadi awal malapetaka bisnis. Meski barangkali, sebelum adanya temuan dari Dr. Barbara L. Fredrickson, tidak ada seorang pun yang dapat menyebut dengan pasti berapa besarannya.

Lupakan urusan bisnis dan mari bicara soal kehidupan kita sebagai manusia.

Sebenarnya, berapa banyak emosi yang kita rasakan? Berapa besar daya tampung jiwa kita sebelum akhirnya emosi-emosi negatif itu menghancurkan segalanya dan membuat kita gila?

Daniel Kahneman, ilmuwan Amerika pemenang Nobel bidang Ilmu Ekonomi 2002, menyatakan bahwa setiap harinya seorang manusia rata-rata mengalami 20.000 emosi. Baik itu emosi positif maupun negatif.

Sebagai orang yang sehari-harinya cari makan di Jakarta, saya pastikan setidaknya sepertiga emosi harian saya nilainya negatif. Dan saya berani bertaruh, sebagian besar dari kalian juga punya rasio seperti itu. Bahkan mungkin lebih buruk lagi!

Lalu apakah itu artinya kita ditakdirkan, secara sangat keji, untuk jadi orang yang tidak sukses? Ingat! Dr. Barbara L. Fredrickson mengatakan bahwa rasio emosi positif dan negatif untuk sukses minimal 3 banding 1.

Saya rasa, tidak. Sebagai manusia, kita punya kemampuan untuk memilih. Kita juga diberkahi dengan kesaktian maha dahsyat yang bernama: lupa. Untuk menjalani hidup dengan waras, kita hanya perlu menggabungkan kedua berkah tersebut.

Memilih untuk lupa. Ya, lupakan emosi negatif. Ingatlah yang baik-baik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *