Gravity (2013): Ini Baru Film 3D!

Saya tidak bisa membayangkan apa rasanya menonton “Gravity (2013)” dalam format selain 3D. Pasti akan terasa membosankan, atau bahkan menjengkelkan. Format 3D, sesuai dengan kapasitasnya, menjadikan film tentang perjuangan menyelamatkan diri dari badai sampah besi di angksa hampa ini terasa menggairahkan.

 

Gravity (2013)
Gravity (2013)

 

Saya tidak punya masalah apa pun dengan Sandra Bullock. Namun, bahkan untuk ukuran orang yang cukup toleran seperti saya, erangan ketakutan Sandra Bullock sepanjang film ini luar biasa mengganggu. Sedikit menjijikkan malah, karena terdengar seperti erangan bintang film porno.

Tidak ada karakter yang menawan di film ini. Tidak juga dialog brilian. George Clooney, yang di film ini berperan sebagai pilot pesawat ulang-alik, tidak memberi banyak sumbangan bagi dua aspek penting tersebut.

Keunggulan “Gravity (2013)” sudah barang tentu adalah suguhan efek visual 3D-nya. Stasiun luar angkasa, pemandangan bumi ribuan kilometer di bawah sana, bintang gemintang, terjangan serpihan satelit yang mematikan, dan kehampaan yang terbentang maha luas. Luar biasa!

Sulit melupakan pesona butir air mata yang melayang, api yang meletup lembut, dan ratusan benda lain yang terbang bebas tanpa pengaruh gaya gravitasi. Sebagai sutradara, Alfonso Cuaron benar-benar sukses mengeksploitasi format 3D untuk memanjakan mata penontonnya.

Menelan biaya produksi sebesar US $ 100 juta, film drama berteknologi tinggi ini sepertinya menjanjikan pendapatan sangat besar. Baru 3 hari diputar, “Gravity (2013)” sudah mengeruk US $ 83 juta dari 3.575 studio yang memutarnya di seluruh dunia. Sebagian besar dipastikan adalah studio 3D.

Jika ada secuil penampilan Clooney yang boleh dikenang dari film ini, maka itu adalah kalimat sederhana berikut ini: “Can’t beat the view, though…”

Dan memang benar, bumi yang sakit ini terlihat sangat indah dari tempatnya melayang saat itu. Sebelum badai serpihan satelit yang tajam menghantam. Menghancurkan semua keindahan angkasa luar dan kembali menyadarkan kita, bahwa alam semesta terlalu luas dan dahsyat untuk diminta tunduk pada kemauan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *