Review Film: Thor – The Dark World (2013)

Dibanding film pertamanya, “Thor: The Dark World (2013)” jauh lebih baik. Alur cerita, penokohan, efek visual, dan terutama unsur humornya, benar-benar enak dinikmati.

image

Mengambil lokasi utama di tiga tempat: bumi, Asgard, dan Dark World, film ini menyuguhkan aksi tiada henti dari Thor dan rekan-rekannya untuk menghentikan musuh lama alam semesta. Malekith.

Saya bukan fans Thor maupun semesta Marvel. Jadi saya kurang paham apakah sosok Malekith ini memang ada sejak di komik atau baru muncul di layar lebar ini saja. Yang pasti, seperti bandit angkasa pada umumnya, Malekith punya kekuatan dan ego yang tak terkira dahsyatnya.

Sekilas, “Thor: The Dark World (2013)” terlihat, dan terasa, seperti gabungan “Star Wars” dan “The Lord of The Rings”. Saya tidak tahu apakah ini artinya baik atau buruk.

Yang menarik, meski tidak ada hubungannya dengan film ini, adalah perang sungguhan yang terjadi di dunia nyata. Perang habis-habisan antara Marvel dan DC.

Di atas kertas, itu artinya dari total uang yang dikumpulkan, Marvel dengan telak menumbangkan DC. “The Avengers” dan “Iron Man 3”, dengan total penjualan tiket sebesar US $ 2,75 milyar, tanpa ampun mengubur pendapatan Superman dan Batman.

Nah, seperti perang lainnya, tidak ada pihak yang sukarela menyerah. DC, dengan segala kontroversinya, sudah menyiapkan senjata pamungkas untuk menumpas Marvel. Senjata itu berjudul… “Superman vs Batman”!

Maaakkk…!!! Apa bakal laku?

Sebagai fans film, kita tinggal duduk manis di bioskop dan menontonnya saja, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *