Rearview Magazine Edisi Keempat

Cover #RVM4 (Ilustrasi by Drawvro)
Cover #RVM4 (Ilustrasi by Drawvro)

Rearview Magazine edisi keempat, kita singkat saja jadi #RVM4, sudah terbit. Meneruskan edisi sebelumnya, majalah komunitas fans Pearl Jam Indonesia (PJID) ini tetap terbit dalam format digital di SCOOP dan Wayang Force.

Mengadopsi semangat inovasi dari digital publishing yang sangat dinamis, #RVM4 punya 2 keunggulan tambahan dibanding edisi sebelumnya. Keunggulan pertama adalah jumlah halaman. Jika #RVM3 terbit dengan total halaman sebanyak 44 lembar, #RVM4 terbit sebanyak 56 halaman!

Satu keunggulan lagi, yang menurut saya sangat membanggakan, adalah hadirnya infografis. Kenapa membanggakan? Karena infografis adalah sebuah trend dalam jurnalisme di dunia, yang menyuguhkan informasi rumit dan banyak kepada pembaca dalam tampilan visual nan apik dan inspiratif.

Ada suguhan apa saja di #RVM4 kali ini? Dua liputan utama yang disajikan adalah superfans dan toko musik analog.

Superfans mengupas tuntas tentang fans Pearl Jam di Indonesia dan luar negeri yang punya kisah dan kebiasaan unik. Ada Ramon Y. Tungka yang selama perjalanannya keliling Indonesia selalu mendengarkan Pearl Jam. Ada Urip Sentosa yang mengkoleksi CD “Lightning Bolt” dari 13 negara berbeda. Ada Reza Lubis yang punya poster terkutuk dari konser di Roskilde yang menewaskan 9 fans Pearl Jam. Dari Amerika Serikat, ada Kathy Davis yang sudah nonton konser Pearl Jam lebih dari 100 kali dan punya ruangan khusus untuk menyimpan memorabilia Pearl Jam. Dan ada Dimitri, pria asli Yunani yang sudah berkelana ke 16 negara untuk menyaksikan konser Pearl Jam.

Toko musik analog menurunkan ulasan apik mengenai kematian Aquarius Mahakam dan mengontraskannya dengan fakta bahwa Amoeba Music justru bisa bertahan dan tetap berkibar. Dua toko musik dari dua negara berbeda, ternyata punya nasib yang bertolak belakang. Bagaimana mungkin?

Ulasan mengenai konser komunitas di Pasar Cisangkuy, Bandung serta perhelatan Pearl Jam Nite VIII di Rolling Stone Café jadi suguhan berikutnya. Sementara dari musik lokal, ada berita tentang petualangan Respito di festival musik di India dan review album teranyar Navicula yang berjudul “Love Bomb”.

#RVM4 barangkali bukan majalah digital terbaik. Namun dapat dipastikan bahwa suguhannya berkualitas dan isinya tidak bakal ditemui di Google, karena memang disajikan asli dari dapur redaksi #RVM4. Kamu yang doyan musik lokal, gerakan indie, Pearl Jam, dan digital publishing, selayaknya membeli majalah ini. Cuma ceban doang!

Beli #RVM4 di SCOOP atau beli di Wayang Force.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *