Review Film: “Captain America: The Winter Soldier (2014)”

The Winter Soldier

Dengan total pendapatan hingga minggu ketiga sebesar USD 587 juta, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” jelas merupakan salah satu film tersukses tahun ini. Apalagi ongkos produksinya terbilang biasa saja. ‘Hanya’ USD 170 juta.

Dibanding pendahulunya, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” memang jauh lebih baik. Karakter, alur cerita, adegan laga, dan efek visual-nya unggul secara signifikan. Ada Falcon, mantan pasukan khusus yang memiliki baju terbang sangat keren. Ada juga Alexander Pierce yang licin dan brilian. Dan tentu saja, si Winter Soldier yang liat dan sangat tangguh. Intrik-intrik khas dunia intelijen juga mendapat porsi yang cukup banyak.

Kiranya semesta Marvel yang dibangun perlahan dan penuh perhitungan kini sudah membuahkan hasil luar biasa bagi para pemilik modal. Dalam sepuluh tahun ke depan, rasanya semesta Marvel masih akan mengeruk banyak keuntungan dari investasi mereka.

Jadual penayangan, tentu saja, sangat menguntungkan. Saat ini boleh dibilang film ini tidak punya pesaing serius di seluruh dunia. Setidaknya sampai ketika “Rio 2” mulai tayang.

Bagi saya, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” bukan film yang luar biasa. Menghibur, ya. Mempesona, sama sekali tidak. Pencapaian finansialnya yang luar biasa, menurut saya, adalah buah dari upaya marketing tingkat dunia yang memang sangat mumpuni. Mereka juga harus berterima kasih pada pasar Cina yang menyumbang nyaris USD 100 juta dari total pendapatan hingga minggu ini.

Jika ada yang mengecewakan dalam film ini, itu adalah potongan rambut Black Widow. Ya, ampun jelek banget! Sisanya, sangat menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.

2 thoughts on “Review Film: “Captain America: The Winter Soldier (2014)””

  1. Hemat gue, kalo di keluarga ada anak kecil, baiknya nggak dibawa ya. Ini film ratingnya Dewasa. Lalu kemarin pas nonton di bioskop, anak yang duduk di belakang nggak ada yang jaga (bapak ibunya keasyikan nonton kali)–alhasil dia ribut dan tendang2 bangku sekitarnya. Karena nggak ngerti juga kan iki crita uopo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *