Launching Party “Tentang Rumahku”, Konser Terpanjang DDH

Poster konser "Tentang Rumahku"

Dalam konsernya yang sold out di Triss Living, Rempoa, Jakarta semalam (31/5), Dialog Dini Hari (DDH) menampilkan wajahnya yang baru. Tidak lagi melulu bernuansa folk-blues-sedikit mistis, malam tadi mereka menyuguhkan lagu-lagu baru yang elegan dan berkesan mewah. Boleh dibilang nyerempet ke kubu jazz-rock.

“360 Batu” dan “Temui Diri”, tak dapat dipungkiri, terdengar sangat modern dan sama sekali tidak seperti lagu-lagu DDH sebelumnya. Elegan. Mahal. Mewah. Ditambah dengan Doni yang malam itu hadir sebagai musisi tamu dengan tiupan seksofon dan klarinetnya, DDH sedikit banyak terdengar seperti Dave Matthews Band.

Dimulai dengan sedikit gugup, konser peluncuran album baru bertajuk “Tentang Rumahku” semalam menggelinding mulus. Tidak banyak meleset dari harapan. Sebuah konser akustik yang mumpuni sekaligus intim. Suguhan musik yang luar biasa penuh teknik namun tetap membumi dan sederhana.

DDH, sejauh yang saya kenal (ini adalah konser DDH ke-18 yang saya hadiri), memang tidak pernah menggurui. Tidak pernah menetapkan standar yang jumawa. Tidak pernah terdengar dibuat-buat. Tidak pernah berusaha terlalu keras untuk menjadi keren atau sesuatu yang melebihi dirinya sendiri.

DDH selalu apa adanya. Dalam musik maupun lirik. Dan barangkali, keapaadaannya yang menyembunyikan teknik dan bakat kelas dewa itulah yang selalu terasa mempesona.

Tak kurang dari 22 lagu dibawakan malam itu. Konser DDH terpanjang yang pernah saya tonton. Dan sepertinya, memang yang terpanjang dalam sejarah DDH, hahaha! Benar-benar memuaskan!

Dibuka dengan “Pohon Tua Bersandar”, konser sepanjang 2 jam itu berlanjut dengan “Beranda Taman Hati”, “Aku Dimana”, “Satu Cinta”, “Pelangi”, “Renovasi Otak”, “Ku Kan Pulang”, “Senandung Rindu”, “360 Batu”, “Dibalik Pintu”, “Temui Diri”, “Aku dan Burung”, “Dariku Tentang Cinta”, “Oksigen”, “Hiduplah Hari Ini”, “Lagu Cinta”, “Lengkung Langit”, “Gurat Asa”, “The Road”, “Pagi”, “Tentang Rumahku”, dan kemudian ditutup dengan “Jalan dalam Diam”.

Di beberapa lagu DDH membebaskan diri dan memainkan improvisasi tingkat tinggi. “Oksigen” adalah salah satunya. Di antara lagu, sesekali, Pohon Tua bercerita tentang sejarah DDH dan bagaimana kini dia menganggapnya sebagai sebuah rumah. Rumah yang keberadaannya harus benar-benar diperjuangkan. Siapa pun yang cukup dekat dengan dirinya secara pribadi pasti tahu apa maksudnya.

Dengan tingkat permainan dan koleksi lagu seperti semalam, DDH sepatutnya mendapat panggung yang lebih luas di negeri ini. Barangkali sudah saatnya mereka menjajah televisi. Kita toh sekarang punya .NET yang bermartabat. Musik berkualitas seperti yang disuguhkan DDH rasanya sangat pantas jadi satu menu unggulan. Supaya televisi di rumah kita kembali memiliki arti. Kembali berguna dan mencerahkan.

Kadang saya bertanya dalam hati, kira-kira apa yang bakal terjadi jika mereka tinggal satu atau dua bulan di kota terkutuk ini dan menghantam semua sudutnya dengan konser-konser khas mereka? Apakah DDH akan menjadi lebih besar dari dirinya sendiri?

 

One thought on “Launching Party “Tentang Rumahku”, Konser Terpanjang DDH”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *