Revolusi Pemesanan Taksi ala Easy Taxi

Contoh Penggunaan App Easy Taxi
Contoh Penggunaan App Easy Taxi

Orang Indonesia cukup cepat menyerap kemajuan teknologi digital. Buktinya, survey yang diselenggarakan Amerika Serikat bulan Januari 2014 lalu mendapati bahwa penetrasi ponsel kita 112%, dengan penetrasi facebook dan internet masing-masing 25% dan 15%.

Jika kamu kira 15% adalah angka yang kecil, sebaiknya pikir lagi. Lima belas persen dari penduduk Indonesia artinya 38,2 juta orang!

Maka saya tidak heran jika kemudian, sekonyong-konyong, muncul layanan pemesanan taksi yang menggunakan kemajuan teknologi digital. Easy Taxi.

Pertama kali diluncurkan di Brasil pada bulan April 2012, kini Easy Taxi sudah beroperasi di 162 kota yang tersebar di 32 negara. Dan sebagai fans sepakbola, saya merasa sedikit malu karena tidak menyadari sama sekali bahwa Easy Taxi adalah salah satu partner resmi Piala Dunia Brasil 2014 yang baru berlalu.

Sekarang, bersama penduduk kota-kota besar di seluruh dunia lainnya, orang Jakarta bisa menikmati layanan Easy Taxi. Pesan taksi, saya rasa, tidak akan sama lagi. Selamanya.

Yang perlu dilakukan hanyalah men-download aplikasi, membuat account, dan… BAM! Pesan taksi. That’s it! Sederhana sekali.

Sebagai penumpang, data kita terkirim langsung ke unit Android yang dipasang di taksi. Nama, nomor ponsel, dan lokasi berbasis GPS diterima supir, yang kemudian segera menjemput. Ya, layanan pemesanan taksi menggunakan Easy Taxi hanya melayani pemesanan real time. Belum bisa digunakan untuk advance booking seperti untuk memesan taksi pada jam tertentu guna mengantar kita ke bandara, misalnya.

Jika supir sudah menerima pesanan kita, maka di aplikasi Easy Taxi di ponsel kita akan keluar data supir berupa nama, nomor ponsel, dan fotonya! Ya, fotonya. Syukur-syukur supirnya ganteng atau cantik, jadi tambah asyik.

Untuk isu keamanan, fitur data lengkap supir ini tentu penting sekali. Di Jakarta, dengan semakin banyaknya pekerja yang terpaksa pulang malam, naik taksi bukan cuma urusan membayar lebih, namun juga keamanan diri. Data lengkap supir bisa kita kirim ke orang rumah, sehingga setidaknya jelas, taksi apa yang kita tumpangi dan siapa supirnya. Lumayan, kan?

Dalam perjalanan pulang, saat menggunakan taksi yang saya pesan melalui Easy Taxi, saya iseng bertanya ke pak supir. “Pak, itu Android paket datanya sebulan berapa?”

“Waktu pertama kali dikasih, kalo gak salah, 5 giga, Pak,” jawab si supir.

“Wah, banyak, ya? Lumayan banget!”

“Cuma, biasanya belum seminggu udah habis, Pak.”

“Lah, kok bisa?”

“Biasalah, namanya juga supir, Pak. Gaptek. Dikasih Android, bisa buka YouTube, langsung pada nonton tarling terus. Habis, deh!” lanjutnya sambil terkekeh.

Oh, my God!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *