Tribute to Nirvana di @America

Tribute to Nirvana di @America

Tidak perlu jadi orang jenius untuk menduga bahwa acara “Tribute to Nirvana”, diadakan di mana pun di belahan kota Jakarta, pasti akan menarik massa. Terbukti semalam (24/1), AtAmerica yang terkubur di kotak besi berpenjagaan ketat layaknya kantor CIA di dalam gedung Pacific Place, penuh sesak!

Nirfanas, yang digawangi oleh Amar Besok Bubar (gitar), Romy Konspirasi/Omni (bas), Ryan (drum), dan Abah Jaya Roxx sebagai sound engineer meledakkan ratusan penggila grunge yang memadati kotak besi jahanam itu. Mulai dari bibir panggung hingga undakan teratas, semua bernyanyi. Sesekali audiens di bibir paggung malah nekat melakukan crowd surfing yang berujung pada pencidukan oleh aparat setempat.

Saya sendiri datang sangat telat. Hanya kebagian “Something in The Way”, “Territorial Pissing”, “Smells Like Teen Spirit”, “Lithium”, “Heart-shaped Box”, dan beberapa nomor yang saya lupa judulnya. Tapi jelas, sangat puas!

Tampil separuh mabuk, Amar terus menghantam tanpa banyak cingcong. Di penghujung penampilannya saja dia sempat beberapa kali bicara kepada audiens dan sesama anggota band. Sisanya, hajar terus seperti sedang dikejar setoran!

Dan dia, seperti biasa, memang tampil apa adanya. Seolah tanpa beban atau misi apapun juga.

Tentu saja itu bohong. Amar, sejauh yang saya kenal, punya pemikiran serius soal grunge, musik rock, lirik, dan pergerakan scene bawah tanah. Hanya saja dia memang selalu tampil seperti orang bodoh. Barangkali itu memang disengaja. Barangkali justru di situlah letak kecerdasannya.

Seumur hidup, saya belum pernah melihat cover band memainkan Nirvana dengan sempurna. Bahkan Nirvana-nya sendiri pun, dalam banyak kesempatan, tampil berantakan. Setidaknya, itu yang saya simpulkan dari beberapa keping DVD konser Nirvana yang saya punya. Dan malam tadi, Nirfanas juga bukannya tanpa kekurangan.

Namun demikian, sebagai penyuka grunge, tentu saya sangat menikmati konser ini. Dan melihat sebagian audiens yang menyesaki AtAmerica semalam ternyata berusia remaja, setidaknya lebih muda dibanding saya, rasanya sungguh bangga!

Grunge, meski sudah divonis mati oleh sebagian besar orang di seluruh dunia, ternyata masih hidup. Masih ada nafasnya. Masih kick ass!!!

2 thoughts on “Tribute to Nirvana di @America”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *