Sudahkah Navicula Benar-benar Merdeka?

Screenshot_2015-05-11-07-59-08-2

Salah satu album paling dinanti tahun ini, “Tatap Muka” milik Navicula, akhirnya unjuk diri. Single-nya yang berjudul “Merdeka” tayang di YouTube minggu ini. Tak butuh waktu lama, video itu sudah ditonton ribuan kali oleh fans mereka dari seluruh Indonesia.

Meski jelas tidak ada hubungannya, saya senang sekali bahwa “Merdeka” versi album “Tatap Muka” sebelumnya pernah dibawakan oleh Robi dan Dankie di peluncuran #BukuGrungeLokal versi Wujudkan.com, 8 Desember 2014.

Saya ingat sekali, Denny, yang baru kali itu melihat Navicula secara live, bilang begini, “Lagunya enak-enak, ya? Tar gua beli, ah!” Saya hanya tersenyum.

Beberapa hari kemudian, Denny beli album Navicula serta merchandise dari website dan saya ketawa terpingkal-pingkal. Bagaimana tidak? Dia kaget mendengar lagu-lagu Navicula di album yang dibelinya ternyata keras. Ganas. Sama sekali tidak mirip “Merdeka” yang dimainkan dalam rendisi akustik malam itu.

Saya rasa, apa yang akan terjadi pada fans Navicula, dengan lahirnya “Tatap Muka” yang kabarnya semua berisi lagu akustik, adalah kebalikan dari reaksi Denny. Mereka, fans Navicula, sudah kenyang dengan aransemen lagu keras dan suguhan konser yang liar penuh energi. Nomor-nomor akustik di album terbaru ini, sungguh akan menguji telinga dan kesetiaan mereka.

“Love Bomb”, album sebelumnya, meski berisi katalog lengkap dan sangat ciamik, bagi saya terasa seperti menyimpan keraguan. Navicula, di album itu, masih merasa perlu menempelkan atribut “rekaman di AS”. Karenanya, “Tatap Muka”, dengan format video dan lagu-lagu akustiknya, seolah berkata bahwa mereka, akhirnya, sampai di tingkat itu. Tingkatan di mana para seniman sungguhan bersemayam.

“Merdeka”, saya duga, memang dijadikan simbol. Semacam pernyataan kolektif, bahwa Navicula saat ini hadir sepenuhnya sebagai seniman. Sosok yang bebas berkarya dalam visinya sendiri. Mereka merdeka dari definisi grunge. Juga dari kebisingan rock n’ roll.

Ah, kita tunggu saja minggu depan, saat semua lagu dimainkan di Paviliun 28. Bersama album barunya ini, benarkah Navicula merdeka, atau malah tercebur ke penjara baru tanpa definisi yang pasti?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *