Grunge Tengah Malam

Toilet Sounds
Toilet Sounds

Jadi karyawan bank tidak membuat Petrus berhenti manggung. Bersama Toilet Sounds, yang kini berisi personil cabutan, dia menggeber acara “The Rock Campus” di Rolling Stone Indonesia Café, Kemang, dengan “Tolong!”, “Sesal”, “Wanita”,”Home”, dan beberapa nomor lain. Disambut meriah oleh fans-nya yang beberapa kali crowd surfing, jadilah acara Kamis (14/5) sebagai suguhan grunge tengah malam.

Seingat saya, ini adalah kali ketiga saya nonton Toilet Sounds. Pertama di Rossi Fatmawati, kemudian di MU Café, dan malam itu di Rolling Stone Indonesia Café. Mereka selalu tampil penuh energi dan kocak. Celetukan-celetukan panggungnya berulang kali dibalas audiens. Sangat intim.

Selesai Toilet Sounds, hadir NXCS. Mereka adalah band yang khusus covering lagu-lagu Alice in Chains. Ditinggal pergi vokalis utamanya, NXCS kini berisikan Nito, Andi, Arif, Reza, dan Made. Sama sekali tidak jelek.

NXCS
NXCS

“Them Bones” jadi lagu pembuka. Berturut-turut kemudian menghantam adalah “Dam That River”, “We Die Young”, “Sea of Sorrow”, “Again”, “Sickman”, “Would”, “Rooster”, dan “Man in The Box” sebagai lagu pamungkas. Rentetan lagu keras yang membuat suasana tengah malam tambah panas.

Lima belas menit lewat jam 12 malam, kerusuhan itu pun selesai. Bagi saya, tentu saja rasanya kurang. Dua band grunge yang masing-masing tampil sekitar 40 menit rasanya memang kurang nendang. Tapi mengingat ini sesungguhnya memang bukan konser khusus grunge, saya patut berterima kasih kepada Ezra Zi Factor, sang empunya “ The Rock Campus”. Dia sudah demikian gagah berani dan baik hati menampilkan beberapa band grunge lokal di acaranya itu.

Grunge tengah malam usai. Saatnya pulang ke rumah. Abby, anak perempuan saya yang berusia 1,5 tahun sudah menunggu bapaknya bikinin susu.

2 thoughts on “Grunge Tengah Malam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *