Beli Buku “Rock Memberontak”

Seno Gumira Ajidarma, dalam sebuah sesi wawancara di kanal YouTube, pernah menyatakan bahwa karya sastra Indonesia sesungguhnya nyaris tidak berkembang. Karya sastra yang umum beredar saat ini masih berputar-putar soal keindahan belaka. Para pembuatnya melulu bicara soal estetika, bukan makna. Karya-karya sastra itu kehilangan daya gugatnya.

Musik lokal, setidaknya menurut kuping saya, sama saja. Tidak bosan mereka bicara soal cinta, perselingkuhan, dan modifikasi tema seputar selangkangan. Menikmati musik masa kini melalui siaran televisi atau radio sama sekali tidak mencerahkan jiwa.
Buku ini tidak bicara soal itu.

Menulis lagu, topik utama dalam buku ini, bukan tentang upaya bermanis-manis atau berindah-indah, apalagi sekadar mencari uang saja. Dalam buku ini, menulis lagu adalah proses kreasi yang jauh lebih penting. Lebih punya makna.

Lagu, yang akan berpanjang lebar saya kupas dalam buku ini, adalah sebuah pernyataan maha penting dari penulisnya, Che Cupumanik dan Robi Navicula. Lagu-lagu mereka menjadi penting karena merupakan pengalaman pribadi yang amat membekas atau memuat semangat untuk mengubah keadaan.

Tentu saja kamu boleh punya pendapat beda. Bagi kamu, mungkin lagu hanyalah pengiring makan malam. Lagu, barangkali, hanya sekadar hiburan yang tidak perlu terlalu dipikirkan. Kalau sudah begitu, jelas buku ini bukan untuk kamu. Kembalikan buku ini ke rak dan simpan baik-baik uangmu.

Saya, melalui buku ini, memberontak. Saya menolak dan menantang pendapat umum.

Saya, dengan sengaja, memanggungkan kedua penulis lagu itu. Buku ini adalah altar yang akan membelah dada dan kepala mereka, agar cahaya kreasi yang bersemayam di sana dapat kita lihat bersama. Agar gelapnya semesta musik punya kesempatan untuk kembali mendapatkan maknanya.

Bagi Che, Robi, dan saya, lagu adalah sesuatu yang sangat penting, nyaris sakral. Dalam suka kami bernyanyi, dalam duka kami bersenandung. Menjalani hidup tanpa lagu sebagai penyemangat maupun obat adalah sebuah kemustahilan.

Jika kamu adalah jiwa-jiwa yang punya keresahan sama dengan kami, yang menolak pandangan merendahkan bahwa lagu adalah sekadar bunyi-bunyian pengiring makan malam, maka buku ini adalah panggilan untuk bersama memberontak. Karena rock, di bawah payung aliran apa pun dia bernaung, sesungguhnya adalah pemberontakan.

Selamat membaca. Teruslah memberontak!

Beli buku Rock Memberontak.

3 thoughts on “Beli Buku “Rock Memberontak””

    1. Saat ini kalau di Bandung bisa main ke Rase FM. Buku tersedia di kang Eski (gitaris Cupumanik). Kalau di Jakarta, bisa dibeli di Paviliun 28. Mungkin akhir Desember nanti sudah ada di toko buku Gramedia. Thx.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *