Navicula Kali Ketiga Puluh Sembilan

Konser Navicula di Noname Bar
Konser Navicula di Noname Bar

Noname Bar di Poins Square, Lebak Bulus, semalam (1/11) full house. Ratusan fans Navicula memadati lokasi gig, dari pintu masuk hingga ke bibir panggung. Sebagian – yang sepertinya semua berprofesi sebagai fotografer lepas – malah duduk di area panggung.

Siapa pun yang hadir malam itu, terlebih kalau memang doyan Navicula, pasti bersyukur. Gembira luar biasa. Bagaimana tidak? Robi memenuhi janjinya di social media untuk menyuguhkan long set. Malam itu, long set Navicula terdiri dari 20 lagu. Beberapa adalah lagu langka yang jarang mereka bawakan lagi dan beberapa dibawakan bersama bintang tamu yang tidak terduga.

Amar, tentu saja, bisa kita duga. Setelah potong rambut dan kehilangan beberapa kilo berat badan, dia benar-benar terlihat seperti pedagang kain dari India. Setidaknya, itulah opini Robi yang disampaikannya sambil terpingkal di panggung.

Amar Besok Bubar (Menghitung Mundur)
Amar Besok Bubar (Menghitung Mundur)

Meminjam gitar Robi, Amar dengan fasih kemudian jamming bersama Navicula, membawakan salah satu lagu paling sakti mereka, Menghitung Mundur. Robi yang kemudian bernyanyi sambil jalan ke sana ke mari, akhirnya menerjukan diri ke kerumunan penonton. Dia crowd surfing!

Tentu saja penonton menggila. Dan gelas pecah. Sejak lagu ketiga, Like A Motorbike, penonton sudah sinting dan bergantian crowd surfing. Benar, kan? Lagu langka.

Bintang tamu kedua, sungguh tidak terduga. Endah dari folks duo Endah N’ Rhesa. Really? Dan kalian tahu lagu apa yang dipilih Endah untuk dibawakan bersama Navicula? Aku Bukan Mesin! Fuck!

Bermodalkan gitar pinjaman dari Dankie, Endah menyikat bersih Aku Bukan Mesin, dari intro hingga solo guitar. Siapa pun yang hanya mengenalnya dari lagu-lagu folks lembut yang kebanyakan bertema cinta pasti menganga. OMG. Aku Bukan Endah!

Endah (Aku Bukan Mesin)
Endah (Aku Bukan Mesin)

Malam itu, secara berurutan Navicula membawakan Intro (saya tidak tahu judul lagu instrumental ini), Everyone Goes to Heaven, Like A Motorbike, Kali Mati, Orangutan, Love Bomb, Menghitung Mundur (feat Amar Besok Bubar), Busur Hujan, Alive (Pearl Jam), Aku Bukan Mesin (feat Endah), Tomcat, Di Rimba, All Apologies (Nirvana), Spoonman (hanya intro), Mafia Hukum (seharusnya dibawakan bersama Iga Barasuara, tapi batal karena yang bersangkutan sakit), Harimau! Harimau!, Mawar dan Melati, Televishit, Saat Semua Semakin Cepat Bali Berani Berhenti, lagu reggae (saya tidak tahu judulnya, dimainkan Robi untuk menghormati band pembuka yang memang beraliran reggae, Magic Seaweed), dan Metropolutan.

Bagi saya, konser ke-39 Navicula yang saya tonton semalam adalah salah satu yang terbaik. Energi mereka meledak di ruang sempit. Seperti biasa, Navicula bermain layaknya rock band kelas dunia. Tight, super fueled, and fucking kick ass. Menonton mereka, kalau standar performanya seperti itu, rasanya tidak mungkin bosan. 100 kali lagi juga saya masih bersedia. Barangkali saya akan mempertimbangkan untuk pindah ke Bali.

Dankie dua kali ganti gitar. Dan di pengujung Televishit dia ugal-ugalan. Mencabik gitar sembari crowd surfing. Dem!

Sialnya, saya tidak melihat aksinya itu sampai dia diturunkan di bibir panggung, karena saya menikmati raungan gitarnya sambil memejamkam mata. Asap rokok, celakalah kalian semua, memaksa saya kerap memejamkan mata, bahkan mencucinya dengan air mineral di meja.

Di tengah lagu Mawar dan Melati, Made unjuk skill dengan memainkan solo bass. Gembul, jangan ditanya. Dari awal hingga akhir, gebukannya menghantam seperti peluru. Keras dan cepat. Tanpa ampun. Di akhir lagu Metropolutan, yang sekaligus menjadi lagu pamungkas Navicula malam itu, dia menggila. Rusuh!

Sudah lewat tengah malam dan saya ngantuk berat. Mata perih karena asap rokok dan mulut asam akibat menyesap sopi kepala. Itu, kalau kalian mau tahu, adalah minuman alkohol yang diproduksi oleh masyarakat di pulau Pura, Alor. Saatnya pulang. Dan tertidur lelap. Dan mimpi indah. Karena Navicula, sekali lagi, telah menerbangkan saya ke langit melalui suguhan konser rock penuh energinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *