My Next Book: Sesuatu tentang Yoga!

Tim Edraflo, Lisa, dan Tjijil

Rupanya sudah dua bulan sejak kali terakhir saya menulis blog. Ah, lama sekali! Sungguh terlalu.

Selain urusan kantor, belakangan ini saya disibukkan dengan dua proyek buku. Yang pertama adalah buku tentang entrepreneurship. Naskahnya sudah nyaris rampung. Sayang. Sepertinya buku tersebut harus dipetieskan. Pemilik konsepnya ditawari posisi menggiurkan di BUMN terkaya Indonesia. Jelas tidak pantas kalau seorang karyawan, setinggi apa pun posisinya, bicara soal entrepreneurship, kan?

Buku kedua bicara soal yoga. Iya. Yoga. Hahaha! Dan, kalau tidak ada aral melintang, buku itu akan terbit pertengahan Maret 2017, bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional.

Sejauh ini, buku yang saya susun bersama Tim Edraflo (Rudi-Desainer, Davro-Ilustrator, dan Gede-Penerbit) itu diberi judul “Teruntuk, Bahagia… A Woman Who Sees Life Through Yoga”. Isinya adalah kisah-kisah seputar kebahagiaan dan konsep hidup bahagia dari seorang pegiat dan pemilik studio yoga bernama Lisa Samadikun.

Pernah dengar Bikram Yoga? Nah, itulah Lisa.

Secara singkat, buku itu terbagi menjadi 3 bab: Love, Learn, dan Live. Semua narasi di dalamnya didasarkan pada pengalaman nyata Lisa dan orang-orang di sekitarnya.

Bagi saya, buku itu unik. Saya menulis narasi-narasi tersebut dalam perspektif yang berbeda-beda. Kadang saya jadi orang pertama, kadang jadi orang ketiga. Kadang bahkan jadi seekor binatang, hahaha!

Rencananya, buku itu akan dicetak sebanyak 1.000 kopi. Dari sudut pandang industri/bisnis, itu adalah angka yang paling masuk akal. Lebih dari itu kemungkinan sulit terjual habis, sementara kalau kurang dipastikan ongkos produksinya jadi sangat tinggi.

Menulis buku dan menjalankan self-publishing, pada akhirnya, adalah meniti tali keseimbangan antara kesenian dan keuangan. Tentu saja sangat menantang. Dan luar biasa menyenangkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *