GBS Tidak Butuh AMI

Keberhasilan Gugun Blues Shelter (GBS) menggondol penghargaan di Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2012 patut kita syukuri. GBS membawa pulang dua penghargaan. Satu untuk kategori “Solo, Duo/Group Rock Terbaik” dan satu lagi untuk “Album Rock Terbaik”.

 

 

Keberhasilan itu adalah sebuah simbol. Sebuah pertanda dari terbukanya gerbang baru bagi musik Indonesia. Gerbang terang yang memberi jalan lapang pada musik rock berkualitas.

Sebuah kesadaran baru bahwa di Indonesia, menjadi rocker yang cool dan disaat bersamaan juga kaya raya karena karyanya laku, bukanlah impian yang berlebihan lagi. Itu bisa diwujudkan!

Namun demikian, sama seperti tidak semua orang suka minum wine, tak peduli semahal apapun wine yang disajikan, maka tidak semua musisi suka diberi penghargaan.

Sebagian besar musisi favorit saya, diantaranya adalah Pearl Jam dan Slash, tidak menganggap penting konsep penghargaan semacam ini.

Stone Gossard menyimpan Grammy-nya di basement. Sementara Slash, dari penuturan dalam otobiografinya, memberikan penghargaan dari MTV yang diterimanya ke supir taksi.

Slash, tentu saja, lebih memilih menggunakan tangannya untuk menggenggam gitar atau botol Jack Daniel’s!

Bagi mereka, penghargaan semacam itu hanyalah upaya menyedihkan dari para marketers. Para pedagang musik. Orang-orang yang mengerdilkan keindahan dan inspirasi musik menjadi sekadar produk yang laku dijual.

Saya, bersama banyak penikmat musik lainnya di negeri ini, punya pandangan yang kurang lebih sama.

Bagi saya, dengan atau tanpa dua penghargaan AMI 2012 itu pun, GBS tetaplah luar biasa. Bakat dan kerja keras mereka adalah satu diantara sejuta.

GBS adalah wujud nyata dari semangat kerja Thomas Alva Edison: “Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat”. Dalam hal ini, tentu saja, GBS punya belasan, bahkan puluhan persen inspirasi dalam musiknya!

Sebaliknya, kehadiran GBS dalam perayaan dan daftar penerima penghargaan AMI 2012 itulah yang meningkatkan kredibilitas acara tersebut. Setidaknya, GBS membuatnya menjadi bukan lagi sekedar seremonial usang penuh omong-kosong seperti biasanya.

GBS, nikmati kemenangan ini! Berlarilah lebih kencang dan tulislah sebuah balada power blues yang bisa kami kenang untuk selamanya!

2 thoughts on “GBS Tidak Butuh AMI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *