Stage Diving dan Rock Concert Photography

Stage diving dan concert photography. Yang satu modal nekat, satu lagi modal teknik fotografi tingkat tinggi. Namun keduanya sama-sama butuh keberuntungan.

Saya pernah melihat kedua hal tersebut berlangsung bersamaan, namun tidak mendapatkan keberuntungan yang seimbang. Stage diving-nya gagal total, namun fotonya keren mampus!

Adalah Made, basis Navicula yang melakoni stage diving tanpa diberkati keberuntungan. Dalam konser “Blues for Freedom” di Taman Ismail Marzuki, 29 Juli 2011 lalu, tak seorang penonton pun menangkap tubuhnya ketika di penghujung lagu “Aku Bukan Mesin” tiba-tiba Made loncat dari panggung.

Aksi stage diving malam itu berakhir di rumah sakit. Made menerima beberapa jahitan di kepalanya yang sobek menghantam lantai beton.

Antisipasi. Dalam panduan memotret konser, terutama konser rock, itu adalah salah satu hal utama yang harus dimiliki oleh seorang fotografer konser.

Tepat itulah kualitas yang dimiliki Rudolf “Bobo”  Maurits.

Malam itu, entah bagaimana, dia berhasil mengantisipasi aksi panggung dari setiap personil Navicula dan keluar dengan foto stage diving paling mengerikan yang pernah saya lihat dengan mata kepala saya sendiri secara langsung. Luar biasa!

4 thoughts on “Stage Diving dan Rock Concert Photography”

  1. and i say: when the morning crowd (dahsyat,inbox etc) come and see the gigs much more than grunge crowd #wrongplacegigs

    1. Kalo loncatnya rada ke kanan panggung (menghadap ke panggung) dimana anak2 grunge rame, mungkin selamat, hehehe… Tempo hari loncatnya ke tengah soalnya 🙁

  2. Hahaha… maklum, lg tripping kali doi… penonton dikirain kolam renang :DDDD
    Best shot by the way… tiap liat foto ini selalu ada alasan buat ngerjain Made… ada yg buatin t-shirtnya lagi … Mukanya Made pas liat t-shirt itu langsung masem bersemu rona lembayung, hihihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *