Coffee Blues Sore Hari

Coffeewar di Jl. Kemang Timur Raya No. 15A rupanya selalu menjadi lokasi kerja keras bagi Pohon Tua. Desember 2011 lalu, dibantu Adrian Adioetomo dan Tika di beberapa nomor, dia membawakan 21 lagu, seorang diri. Dan semalam (Sabtu, 14/7), bersama Dialog Dini Hari (DDH), dia membawakan 23 lagu!

 

 

Musik blues kualitas nomor satu dan kedai kopi yang nyaman. DDH dan coffeewar, tak dapat dipungkiri lagi, semalam menghasilkan perpaduan serasi dari apa yang disebut Pohon Tua sebagai “coffee blues”.

Sahabat pagi yang tidak hadir di coffeewar semalam selayaknya menyesal, karena DDH membawakan satu nomor yang belum pernah dibawakan secara resmi di Jakarta. Sebuah lagu cinta penuh energi pengabdian berjudul “Peran Terakhir”.

Juga satu lagu misterius yang kabarnya akan jadi materi proyek sampingan Pohon Tua. Sebuah proyek tekno ajeb-ajeb setengah gila, yang jika saya tidak salah, akan diberi nama Electric Gipsy.

Itu adalah lagu yang sebagian liriknya pernah di-tweet oleh Djenar Maesa Ayu. Sesuatu tentang belalang sembah yang rela dipotong kepalanya usai bercinta. Tentang anjing jantan yang mau menggigit anjing betina sebagai tanda kasih. Ide gila mengenai pengorbanan sepenuhnya atas nama cinta.

Usai konser saya sempat bertanya kepada Pohon Tua, apa judul lagu itu. Namun karena dia enggan menjelaskan, maka kita sebut saja judul lagunya “Belalang Sembah Mabuk Cinta”, hahaha!

Sesi sore konser DDH di coffeewar berisi “Rehat Sekejap”, “Don’t Think Twice, It’s All Right”, “Satu Cinta”, “Just Breath”, “Beranda Taman Hati”, dan “Renovasi Otak”.

Setelah jeda maghrib, konser dilanjutkan dengan “Tak Seperti yang Kau Bayangkan”, “Tentang Rumahku”, “Little Wing”, “Sahabatku Jadi Hantu”, “Redemption Song”, “Peran Terakhir”, “Lagu Sedih”, “Pelangi”, “Manuskrip Telaga”, “Blowing in The Wind”, “Belalang Sembah Mabuk Cinta”, “Dariku Tentang Cinta”, “Pagi”, “Aku Dimana”, “Aku adalah Kamu”, “Field of Gold”, dan “Oksigen”.

Prima Yudhistira dari Geeksmile hadir di sesi jamming. Juga Jerinx dari Superman is Dead (SID). Bersama Deny dia membawakan “Bridge Over Troubled Water”, yang juga jadi musik latar ketika dia bersepeda di atas panggung, membuka konser SID di PRJ bulan Juni lalu.

Malam itu ditutup dengan penampilan kocak dari Imada Nugroho Hutagalung yang menyanyikan sebuah lagu berbahasa China, “New York! New York!” yang mengingatkan kita semua pada Al Capone, dan satu lagu cinta super kocak berjudul “Senyummu Dirubung Semut”.

Dengan setlist raksasa seperti itu, DDH semakin mirip idola saya, Pearl Jam, yang tak pernah menggelar konser tunggal dengan setlist kurang dari 30 lagu. Gila!

Keep it up DDH, you guys kick ass! Big time!

6 thoughts on “Coffee Blues Sore Hari”

  1. Selalu suka membaca tulisan mas Eko! 😀
    (ehem, saya silent reader yang akhirnya memberanikan diri meninggalkan komentar)
    Puwas puol malem minggu kemarin nge-DDH di Kofiwor, suasananya hangat dan ikrib sekali. Seakan tiada jeda antara idola dan penggemar 🙂
    Semoga setidaknya DDH bisa sebulan sekali ya datang ke Jakarta.. hihihi *ngarep*
    Oh iya, salam kenal mas :))

    1. Hai, salam kenal juga! 🙂
      Konser DDH di coffeewar kali ini emang asyik banget! Benar2 akrab dan enak suasananya
      Dari yg saya denger sih, DDH memang bakal rutin berkunjung ke Jakarta. Sebulan sekali, barangkali. Tentu tidak termasuk di bulan puasa besok ya. Selama bulan puasa besok kayaknya mereka bakal bertapa di Seminyak, hahaha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *