Navicula Suarakan Penderitaan Orangutan via Crowdfunding

“Dalam kekuatan yang besar terkandung tanggung jawab yang besar pula,” demikian ucapan paling terkenal dari Ben. Dia adalah paman dari Peter Parker, pemuda tanggung yang lebih kita kenal sebagai Spiderman.

 

 

Barangkali itu jugalah yang jadi motivasi bagi Navicula, band grunge paling beken se-Indonesia yang bercokol di Bali. Memiliki popularitas, serta (ini yang lebih penting lagi) kredibilitas tingkat nasional, mereka merasa terpanggil untuk menyuarakan kebaikan. Menyampaikan pesan-pesan pencerahan kepada audiensnya yang luas.

Sejak hari pertama, Navicula memang lantang menyuarakan keberpihakannya pada pelestarian alam. Dan itu bisa dipastikan bukan omong-kosong belaka.

Robi, di sela-sela kesibukannya bernyanyi dan menulis lagu, tak pernah lelah mengkampanyekan semangat peduli lingkungan. Pada penggemar musik grunge, orang pemerintahan, hingga anak-anak sekolah yang masih ingusan. Dan dia melakukannya sepenuh hati, tanpa liputan dari koran maupun televisi.

Belakangan ini bahkan ada kekhawatiran bahwa dia akan pensiun dari bisnis rock dan menjadi petani organik tulen. Lihat saja halaman rumahnya, juga rumah teman-temannya, yang dibajak dan ditanaminya dengan berbagai jenis sayuran!

Maka tak heran jika kampanye penyelamatan Orangutan dari ancaman perkebunan kelapa sawit yang dibungkus dalam sebuah proyek Kickstarter.com bertajuk “Golden Green Grunge for Rare Red Apes: Navicula Borneo Tour” mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Semua percaya bahwa kampanye itu sungguhan. Bukan bagian dari aji mumpung ala artis kebanyakan, demi mendongkrak citra dan popularitas atau sebatas proyek masturbasi Corporate Social Responsibility (CSR) belaka.

Kick off proyek ini dilakukan di Kedai Tjikini, Jakarta, 16 Juni 2012 yang lalu. Saya beruntung bisa hadir dalam konser akustik yang berlangsung seru tersebut. Dalam kesempatan itu, tampil juga Adrian Adioetomo, Dialog Dini Hari, serta Balian yang merupakan side project milik Made Navicula dan Gembul Navicula.

Pada hari Senin, 16 Juli 2012, menyisakan 13 hari dari tenggat waktu, proyek dana bersama (crowdfunding) itu berhasil melewati targetnya yang ditetapkan sebesar US $ 3.000.

Saya sendiri kurang paham apakah itu artinya pengumpulan dana dihentikan atau terus dilanjutkan. Yang jelas, sebagai bagian dari konser kampanye Orangutan ini, Navicula akan tampil di Medan 23-24 Juli 2012 mendatang, sebelum menggelar konser utamanya di Kalimantan.

Medan dan Kalimantan, bersiaplah meraung bersama Navicula!

2 thoughts on “Navicula Suarakan Penderitaan Orangutan via Crowdfunding”

  1. Di kickstarter.com project masih berlanjut bila hari project masih tersisa, meski goal sudah tercapai. Maka itu di kickstarter ada project yg goal-nya $10.000 tp mendapat dukungan sampai $100.000. Bahkan rasanya sudah ada yg mendekati $1 juta.

    Pendukung project di kickstarter masyarakat internasional. Ini tantangan utk entitas kreatif Indonesia yg ingin mewujudkan projectnya di kicstarter: bagaimana meyakinkan orang luar yg bahkan tak pernah melihat Navicula tp mau terlibat menjadi pendukung.

    Untuk lokal, Navicula jg membuat project di patungan.net http://t.co/CZ4kKZ8p. Target dana Rp5juta dan setelah ditutup tercapai sekitar Rp6juta. Relatif kecil tp Indonesia masih belajar soal crowdfunding. Padahal potensi crowdfunding besar, sejak koin untuk Prita Mulyasari sampai saweran untuk gedung KPK. Tp crowdfunding konvensional seperti saweran KPK hanya sampai jd alat ekspresi perlawanan publik pada sistem, dalam hal ini angkuhnya DPR, tak ada soal kompensasi. Harusnya KPK menjanjikan kompensasi bagi publik yg mendukung saweran. Menangkap 1 koruptor tiap minggu dan menyeretnya ke Tipikor, misalnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *