Bercerita Menggunakan Peta di Buka Peta

Pernahkah kamu berpikir untuk keluar dari pekerjaan yang sudah mapan dan menjadi wirausahawan? Mungkin pernah dan benar-benar sudah kamu lakukan. Selamat! Apapun yang terjadi, setidaknya kamu sudah berani mengikuti kata hati untuk berkarya sesuai dengan mimpimu.

 

 

 

Nah, dua orang ini, Danu dan Satrio, mengundurkan diri dari National Geographic Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mewujudkan mimpinya.

Apa mimpi mereka? BUKA PETA!

Apa itu? Kamu kunjungi saja link tersebut dan lengkapi infonya dengan baca wawancara berikut ini:

1. Kenapa peta? Bukan toko online, website iklan, atau yang lainnya?

Satrio: Karena saya lulusan Geografi. Itu adalah passion saya sejak dulu

Danu: Bisanya memang bikin peta. Dan teknologi saat ini sangat mendukung untuk itu

2. Apa bedanya dengan Google Maps?

Satrio: Google Maps jelas menjadi acuan. Begitu juga dengan layanan peta online seperti GIS Cloud atau GeoCommons. Tapi ketiganya masih miskin peta tematik dan cerita. Fitur bercerita menggunakan peta itulah yang ditawarkan oleh Buka Peta

Danu: Google Maps adalah layanan peta dasar. Buka Peta menawarkan kesempatan bagi semua orang untuk membuat peta tematik mereka sendiri, sesuai keinginan dan kebutuhannya

3. Visinya hobi atau bisnis? Kalau bisnis, apa memang prospeknya bagus?

Satrio: Keduanya juga boleh! Kalau ada orang butuh jasa pembuatan peta online, kami siap menyediakannya. Hitung-hitung mengurangi aliran dana keluar negeri. Kalau orang Indonesia bisa, kenapa mesti pakai jasa orang asing?

Danu: Secara bisnis, Buka Peta adalah portofolio kami. Siapa butuh dan merasa yakin dengan kemampuan kami, silahkan membuka pintu kerja sama. Dari sisi publik, ini juga akan jadi layanan terbuka untuk masyarakat umum. Dan prospeknya, sangat bagus! Saat ini yang sudah menggunakan layanan semacam ini adalah industri perkebunan, ritel, dan perbankan

4. Teknologi dibalik ini semua, apakah sulit dikuasai dan mahal?

Satrio: Jika mulai dari nol, tentu sangat sulit! Apalagi latar belakang keilmuan saya bukan teknologi informasi. Untungnya ada open source. Kami memanfaatkan Jquery, Open Layers, PHP dan berbagai teknologi open source lainnya. Kami racik sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan tertentu

Danu: Semua menggunakan open source, termasuk Map Server

5. Apa manfaatnya Buka Peta bagi orang Indonesia?

Satrio: Orang Indonesia harus memiliki akses pada data spatial-nya sendiri. Selama ini kan hanya sebagai objek survey, sementara kepemilikan data selalu di pihak asing? Semakin banyak peta tematik di Buka Peta nantinya juga akan membuka mata kita. Menjadikan kita lebih kenal negeri sendiri

Danu: Orang Indonesia harus segera sadar kondisi negerinya sendiri. Bercerita menggunakan peta tematik akan membuat kita paham konteks lokasi dari suatu kejadian, hingga tidak akan muncul lagi pertanyaan “Raja Ampat itu dimana sih?” atau “Rusuh di Mesuji, itu di propinsi mana, ya?”

OK guys, upaya kalian asyik banget! Semoga terus punya semangat dan energi. Sukses selalu!

23 thoughts on “Bercerita Menggunakan Peta di Buka Peta”

    1. Saya sih berharap mereka keluarin peta kopi dan kedai kopi di Indonesia, hehehe… Saya bersedia banget ikutan bantu jadi pencicip kopi dan penulisnya 🙂

      1. Makasih masbro untuk tulisannya.

        Buat topang, nyok ah ngopi2 dulu, kita bahas proyek bareng. Itu yang kopi kalo diseriusin bisa juga rasanya. Wustuk nulis, display di Bukapeta, lo modalin sama bikin videonya.

        Huehehe..

  1. Sebagi orang yg awam akan peta…
    Kalo dari hasil penjelasan mas danu dan mas satrio sih, mereka baru sebatas membuat sesuatu berdasarkan disiplin ilmunya, karena disini tidak menjelaskan contoh kasus yg menguntungkan bagi pengguna kalo memang mau dijual…

    Kok ga ada penjelasan, aplikasi apa fungsi bagaimana dan harga berapa serta keuntungan bagi perusahaan apa?

    1. Satrio dan Danu memang hanya menjawab pertanyaan yg saya ajukan. Pertanyaan mendalam semacam fungsi lebih lanjut dan harga, silahkan ditanyakan langsung ke mereka 🙂

  2. ngemeng-ngemeng tentang kopi jadi inget perjalanan KL A’09 ke Toraja bareng bule australi, ada salah satu mhs yang konsentrasi di penelitian kopi & ketemu juga sama salah satu LSM yang bergerak di penelitian kopi kelas premium. Katanya doi tertarik untuk memetakan… nah mungkin peluang kerjasama nih sekalian bantu junior skripsi juga… berminat… insyaAllah nanti bisa kontak2 offline…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *