Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Pertama)

Tepat jam 14:00 WIB hari Jumat, 20 Juli 2012, kami meluncur dari Jepara ke Karimun Jawa. Rombongan berisi 15 orang yang gemar bertualang ini menumpang kapal Bahari Express, layanan terbaru yang disediakan bagi masyarakat umum untuk mencapai Karimun Jawa.

 

Dermaga Karimun Jawa (foto oleh Alex’s Team)

 

Diluar dugaan saya, kapal ini dipenuhi penumpang. Sebagian pelancong, sebagian lagi masyarakat pulau. Rupanya Karimun Jawa memang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional.

Saya sendiri duduk di barisan bangku bersama 3 cewek asal Belanda. Satu yang sempat ngobrol dengan saya bernama Valentina. Cantik dan bahasa Inggrisnya bagus sekali. Mereka sebelumnya melancong ke Bali dan Bukit Lawang di Sumatera Utara (tempat komunitas Orangutan terbesar). Karimun Jawa adalah tujuan terakhir dari liburan mereka kali ini.

Perjalanan berlangsung singkat. Hanya dua jam lebih sedikit saja. Kapal Bahari Express benar-benar melaju cepat, menunggangi ombak Laut Jawa sore yang cukup besar.

Jam 4 sore lebih sedikit, kami sudah merapat ke dermaga Karimun Jawa. Liburan telah tibaaa!!!

Alex, pemuda lokal yang jadi penyedia segala keperluan kami selama disana, sudah menunggu di dermaga. Dengan mobil bak terbuka reotnya dia membawa semua tas kami.

Kami sendiri berjalan kaki saja ke Roemah Emak, tempat kami menginap selama di Karimun Jawa, karena letaknya dekat sekali dengan dermaga.

Di Karimun Jawa, bahan makanan terbatas. Ini kami ketahui ketika memesan nasi goreng di warung. Pemilik warung menjelaskan bahwa hanya ada nasi goreng biasa, karena untuk yang spesial, bahan-bahannya baru datang besok, dibawa oleh kapal.

Tidak hanya itu. Listrik juga dibatasi. Di pulau ini, aliran listrik hanya bisa dinikmati selama periode 17:30-05:30 WIB setiap harinya!

Malam itu kami hanya berkunjung ke toko suvenir dan menikmati alun-alun Karimun Jawa yang letaknya hanya 500-an meter dari Roemah Emak.

Alun-alun itu ramai pelancong. Di lapangan, di bawah temaram lampu, bocah-bocah pulau asyik bermain bola.

Kami, tentu saja, mencicipi berbagai kuliner yang dijual disana. Ada somay tongkol, sate kerang, dan kelapa bakar. Ikan bakar, warung bu Ester, dan pecel baru kami lihat dan kunjungi keesokan harinya.

Malam berjalan lambat. Kami semua sudah tidak sabar menunggu terbitnya matahari pagi yang akan menandai dimulainya pesta laut liburan kali ini!

Kumpulan foto perjalanan dari kamera Bayu Dharma Saputra, Alberth Sianturi, Erika Samosir, Cody Maverick, Yokhanan Prasetyono, dan Alex’s Team dapat dilihat disini: Foto Karimun Jawa

6 thoughts on “Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Pertama)”

    1. Di bagian akhir post ini ada kok link menuju koleksi foto2nya di Facebook. Itu hasil jepretan dari teman2 seperjalanan yang bawa kamera bagus 🙂
      Meluncur aja ke link itu gan! Enjoy!

  1. pas naek kapal ombak nya berasa gak ? dan kira2 untuk orang yang mabok laut seperti saya apakah kapal tsb bersahabat ?

    1. Selama menumpang Bahari Express, ombak lumayan terasa karena laju kapal sangat cepat. Tapi tenang, kan ada Antimo, hahaha! Saya aja tenggak satu dan tidur pulas setelah ngobrol sama bule2 Belanda itu
      Ombak yang agak ngeri adalah selama perjalanan kapal kecil ke pulau Telaga di sore hari dan ke pulau Kecil di pagi hari. Nanti saya ceritakan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *