Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Kedua)

Terbitnya matahari di pantai tertutup milik Nirwana Beach Resort menjadi pembuka resmi liburan kali ini. Pantai berpasir putih itu begitu sunyi dan indah. Sementara angin berhembus kencang, ombak kecil menampar kaki, dan cahaya mentari yang lembut membelai jiwa. Dengan sengaja saya memasang “Lengkung Langit” milik Dialog Dini Hari dan sepenuhnya menikmati pagi.

 

Sunrise di Nirwana Beach Resort (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Setelah sarapan kami semua beranjak ke pelabuhan kecil dekat alun-alun. Bayu Embul, tentu saja, tetap kukuh berpuasa.

Tak begitu banyak kelompok pelancong yang berangkat pagi itu. Hanya ada sekitar 8 kapal.

Masing-masing kapal diisi oleh maksimal 15 orang pelancong dengan 2-4 pemandu. Dan semua pelancong diwajibkan mengenakan life vest. Tidak ada pengecualian!

Perlengkapan snorkeling, kamera bawah laut, bahan-bahan untuk makan siang, buah semangka, air minum, dan perlengkapan diving dinaikkan ke kapal. Tak berapa lama, kami sudah melaju diatas ombak, menuju lokasi pertama perjalanan hari itu: pulau Menjangan Kecil.

Perjalanan dari Karimun Jawa ke pulau Menjangan Kecil hanya memakan waktu satu jam kurang. Sesampainya di sana, kami langsung memasang perlengkapan snorkeling dan nyebur ke laut!

Ribuan ikan beragam warna dan jenis, terumbu karang indah beraneka pola dan ukuran, serta air laut nan bening serta sejuk menyambut kami. Ah, Indonesia memang indah!

 

Cody ber-Single Breath (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Selama hampir dua jam berikutnya kami asyik ber-snorkeling, single breath, leyeh-leyeh di atas life vest yang digelar di air, dan melakukan kontes loncat nekat dari atas perahu. Gaya loncatnya sih, biasa-biasa saja. Rata-rata menghasilkan punggung, dada, atau biji yang nyeri tertampar permukaan air laut.

 

My Kung Fu is Good! (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Pulau Cemara jadi lokasi makan siang kami hari itu. Indahnya, luar biasa!

Pulau kecil itu dikelilingi laut dangkal berair hijau jamrud. Semakin jauh, laut semakin dalam dan warna air berubah menjadi biru muda hingga biru tua. Seumur hidup, ini adalah pantai dengan laut dangkal terindah yang pernah saya injak.

Kami tak bosan berendam, bermain air, dan berfoto disini.

 

Keceriaan di Pulau Cemara (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Dan menu makan siangnya, sungguh juara! Ikan kerapu dan berbagai ikan karang lainnya, dibakar tanpa bumbu. Dimakan dengan sambal khas Karimun Jawa. Ditutup dengan irisan semangka merah dan kuning yang segar.

Gori dan Ade Panca memilih menu diving. Oleh karena itu, setelah makan siang kami menempuh jalur perjalanan yang berbeda dari rombongan pelancong lainnya. Kami melaju menembus ribuan ombak setinggi 1 meteran lebih, menuju pulau Telaga. Lokasi kapal karam bernama Indonor. Sebuah kapal yang dulunya adalah proyek bersama Indonesia dan Norwegia.

Ombak-ombak itu, sejujurnya, membuat nyali saya ciut dan khawatir. Jangan-jangan lambung kapal ini tak kuasa menahan tamparannya dan terbelah dua, demikian saya berpikir.

 

Diving di Indonor Shipwreck di Pulau Telaga (foto oleh Alex’s Team)

 

Berbeda dengan pulau Menjangan Kecil, letak terumbu karang di pulau Telaga lebih dalam sehingga kami lebih bebas ber-single breath, tanpa khawatir fin kami tak sengaja membentur terumbu karang dan merusaknya.

Ikan-ikan dan terumbu karangnya pun lebih besar, meski kerap bersembunyi di balik terumbu karang. Sayang, airnya sedikit keruh. Barangkali karena arus laut disini cukup kuat.

Di lokasi inilah kami kali pertama menemukan bintang laut berwarna biru. Diameternya besar, seperti nampan untuk pizza ukuran large. Lucu sekali!

Puas bermain di bawah permukaan laut, kami pindah ke lokasi kunjungan terakhir hari itu. Sebuah spot mungil untuk menikmati sunset bernama tanjung Gelam.

 

Setelah Pesta Pisang Goreng & Bir Dingin di Tanjung Gelam (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Sejak dulu saya tidak paham keindahan sunrise dan sunset. Karena itu, fitur terbaik dari tanjung Gelam, bagi saya, adalah pisang goreng dan bir dingin, hahaha!

Sebelum sunset kami sudah bertolak pulang. Beberapa rombongan lain tabah menanti di pantai berbatu, berharap dapat mengabadikan sunset hari itu.

Kami, dengan segala keberuntungan tak terduga, malah bisa menikmati sunset yang bulat penuh dan membara dalam perjalanan pulang, dari atas kapal.

Hari itu selesai. Kami semua gembira bukan kepalang. Apalagi yang akan disajikan hari esok untuk kami?

Kumpulan foto perjalanan dari kamera Bayu Dharma Saputra, Alberth Sianturi, Erika Samosir, Cody Maverick, Yokhanan Prasetyono, dan Alex’s Team dapat dilihat disini: Foto Karimun Jawa

One thought on “Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Kedua)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *