Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Ketiga)

Setelah malam sebelumnya bergadang sambil main kartu dan menenggak bir dingin, kami siap melanjutkan petualangan bawah laut di Karimun Jawa. Kabarnya tujuan hari ini adalah pulau Kecil, pulau Tengah, gosong karang, dan penangkaran hiu.

 

Cool Box Andalan (foto oleh Melissa Ika Sandra)

 

Mengingat ini adalah hari terakhir kami bisa snorkeling dan bermain air, maka kami menyediakan tenaga dan semangat ekstra. Juga perlengkapan ekstra, berupa… Cool box!

Alex, pengelola Roemah Emak, berbaik hati meminjamkan cool box miliknya. Jadilah hari itu kami memasukkan es batu, bir, minuman soda, air mineral, dan jelly ke dalamnya.

Hohoho… Rasanya kami tambah bersemangat dengan segala macam bekal itu. Hey ho, let’s go!

Di pelabuhan, lebih sedikit lagi rombongan yang berangkat melancong dibanding hari sebelumnya. Sepertinya memang tidak terlalu banyak orang yang punya waktu untuk menikmati keindahan Karimun Jawa selama 4 hari 3 malam, seperti yang kami lakukan.

Perjalanan pagi itu dibuka dengan sedikit mengerikan. Selama satu jam penuh kami menembus ombak besar menuju pulau Kecil. Lebih besar dibanding ombak yang kami terjang dalam perjalanan dari pulau Cemara ke pulau Telaga kemarin siang.

Dalam beberapa kesempatan, saya duga tinggi ombak yang kami terjang pagi itu mencapai 2 meter! Oh my God!

 

Sesi Foto di Pulau Kecil (foto oleh Alberth Sianturi)

 

Namun semua kengerian itu akhirnya terbukti sepadan dengan keindahan pulau Kecil. Ketika kami akhirnya merapat, satu jam kemudian, dermaga mungil yang terbuat dari kayu dan papan menyambut akrab di bawah siraman cahaya matahari pagi yang hangat.

Air laut terlihat berwarna hijau jamrud dari kejauhan. Namun ketika kami hampiri, terlihat begitu bening seperti kaca, menampilkan pemandangan terumbu karang dan ikan-ikan yang luar biasa mempesona. Dan pantainya, ah… Sungguh indah!

Pulau Kecil, sejauh ini, adalah spot terkeren dari liburan Karimun Jawa kami.

Tak sabar, kami segera menceburkan diri ke laut. Snorkeling, single breath, berenang, loncat dari dermaga, dan segala macam aktivitas menyenangkan lainnya mengisi 2 jam keberadaan kami di pulau Kecil.

Salah satu yang paling seru adalah permainan menjadi dewa ikan.

 

Dewa Ikan di Pulau Kecil (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Caranya? Berenang di tepi dermaga, lalu biarkan teman kamu melemparkan biskuit yang sudah dihancurkan ke sekelilingmu.

Hasilnya? Ratusan ikan karang beraneka warna dan jenis yang cantik datang merubung. Selama beberapa detik yang singkat itu, kamu akan merasa menjadi dewa ikan, hahaha!

Selama di pulau Kecil, hanya ada satu rombongan lain yang merapat dan berbagi lokasi bersama kami. Itupun tak berapa lama. Setelah mereka pergi, pulau Kecil seolah sepenuhnya jadi milik kami.

 

Rumah Mungil di Pulau Kecil (foto oleh Erika Samosir)

 

Begitu cintanya kami semua pada keindahan pulau ini, tawaran untuk makan siang ke pulau Tengah kami tolak. Rasanya enggan beranjak dari pulau itu. Jadilah kemudian kami makan siang di sebuah penginapan yang sepertinya sudah tidak difungsikan lagi, di pulau Kecil.

Namun, demi mengikuti jadual, akhirnya kami menyempatkan diri untuk mampir sebentar ke pulau Tengah.

Nyaris tidak ada apa-apa disana, kecuali hamparan pasir putih yang sejuk dan pohon-pohon cemara serta sebuah rumah besar yang berfungsi sebagai warung makan. Memang spot yang sempurna untuk makan siang. Tapi tema liburan kami kali ini bukan makan siang, kan?

 

Pemandangan di Pulau Tengah (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Bosan hanya duduk di hamparan pasir, kami memutuskan segera beranjak. Tujuannya? Pulau Kecil lagi, hahaha!

Maka selama satu jam penuh kami, sekali lagi, menceburkan diri ke laut, menikmati keindahan ikan dan terumbu karang di pulau Kecil.

Keputusan itu ternyata tepat! Tak sengaja, selama jadual snorkeling dadakan itulah kami sempat menyaksikan keindahan clown fish dari dua jenis yang berbeda.

 

Bersama Clown Fish di Pulau Kecil (foto oleh Alex’s Team)

 

Satu yang berwarna hitam-putih-kuning, jenis lainnya berwarna putih dan oranye menyala. Kedua jenis itu sama asyiknya bermain dalam belaian anemon laut yang lembut dan terang seperti agar-agar.

 

Finding Nemo! (foto oleh Alex’s Team)

 

Dengan berat hati kami mengucapkan salam perpisahan pada pulau Kecil. Matahari sudah mulai condong ke barat dan kami berbegas menuju gosong karang.

Gosong karang adalah lokasi mungil di tengah laut. Yang ditawarkan disini, tentu saja, adalah foto-foto cantik. Jika diambil dengan sudut yang benar, lokasi gosong karang ini akan memunculkan efek terdampar di pulau mungil yang sepi dan jauh dari peradaban.

Namun, sore itu, efek yang muncul bagi kami adalah deg-degan. Apa pasal? Tak lain adalah serombongan perempuan berpakaian seksi yang melenggok-lenggok berfoto layaknya bintang film panas.

Alhasil, sebagian besar foto yang kami ambil di gosong karang ini berisi wajah-wajah lelaki yang menghadap kemana pun rombongan perempuan seksi itu berdiri. Dasar bapuk!

 

Belagak Jadi Model di Gosong Karang (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Menu terakhir hari itu, yang juga adalah menu wisata laut terakhir dalam liburan kami kali ini, adalah berkunjung ke penangkaran hiu. Apa yang kami lakukan disana? Berenang bersama rombongan ikan hiu!

Kali ini saya tidak ikut nyebur. Bukan apa-apa, saya kasihan pada ikan-ikan hiu itu. Biasanya kan satu hiu menguasai laut yang luas, menjadi raja. Kali ini mereka dipaksa berbagi ruang sempit bersama hiu lainnya dan juga manusia.

Usai berenang dengan rombongan hiu, kami kembali ke Karimun Jawa. Kembali ke Roemah Emak dan kehidupan normal disana.

 

Cari Koreng di Kolam Hiu (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Niat untuk berkunjung ke Amore, sebuah cafe misterius di dekat Roemah Emak, gagal. Kami terlalu malas untuk beranjak dari kasur. Maka malam itu kembali ditutup dengan permainan kartu, bir dingin, dan mengumpulkan foto perjalanan dari berbagai kamera ke laptop yang dibawa oleh Bayu Embul.

Ah, esok hari kami sudah harus pulang. Kok rasanya agak malas ya?

Kumpulan foto perjalanan dari kamera Bayu Dharma Saputra, Alberth Sianturi, Erika Samosir, Cody Maverick, Yokhanan Prasetyono, dan Alex’s Team dapat dilihat disini: Foto Karimun Jawa

3 thoughts on “Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Ketiga)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *