Petualangan ke Karimun Jawa (Hari Keempat)

Pukul 14:15 WIB, terlambat 75 menit dari jadual, Bahari Express mulai meluncur di atas Laut Jawa, membawa kami bertolak dari Karimun Jawa ke Jepara. Penumpangnya tak seramai seperti perjalanan datang tempo hari. Barang bawaan merekapun terlihat lebih sedikit dan ringan.

 

Bahari Express (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Berat sekali rasanya meninggalkan pulau yang indah ini. Melangkahkan kaki meninggalkan keindahan terumbu karang dan ikan sejuta warna, menuju lubang busuk tempat saya cari makan bernama Metropolutan.

Liburan kali ini, seperti juga liburan lainnya, harus berakhir. Biarlah semua keindahan itu jadi kenangan abadi dalam hati…

Tidak ada yang istimewa dari perjalanan pulang ini. Hampir sepanjang perjalanan saya tertidur.

Dua jam kemudian kami mendarat di Jepara. Dari sana kami langsung meneruskan perjalanan ke Semarang, menumpang dua buah mobil sewaan.

Berhubung peserta liburan kali ini banyak yang gendut, maka pembagian tempat duduk di kedua mobil tersebut tidak hanya didasarkan pada jumlah orang, namun juga berat badan, hahaha!

Karena hari itu Bayu Embul (masih kuat) berpuasa, maka kami memutuskan untuk mampir sebentar di Kudus, menikmati buka puasa dengan menu khas daerah itu. Menunya? Pindang dan soto kerbau di warung soto Bu Ramidjan!

 

Pindang Kerbau Bu Ramidjan (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Pindang kerbau yang disajikan bersama daun melinjo, di piring kecil beralaskan daun pisang, sungguh nikmat! Kuahnya gurih dan manis. Ini adalah kali pertama saya mencicipi makanan itu. Enak!

Usai menyantap pindang dan soto kerbau, kami melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tujuannya, tentu saja, adalah Simpang Lima.

Awalnya kami bermaksud nongkrong sebentar di Simpang Lima sambil menikmati nasi liwetnya yang legendaris. Namun ternyata nasi liwet itu belum buka! Jadilah kemudian kami melipir sedikit, mampir ke warung kecil yang menjual es puter.

 

Es Puter Conglik (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Nama warung itu Es Puter Conglik. Tanya punya tanya, ternyata itu singkatan dari Kacoeng Cilik, bwahahaha!

Saya pesan satu porsi. Campuran antara kelapa dan durian. Di gerahnya udara Semarang malam itu, es puter Conglik terasa sangat menyegarkan.

Karena kami masih berkeras untuk mencicipi nasi liwet Bu Sami di Simpang Lima, maka kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan menyewa roller blade. Ya, di Simpang Lima memang sedang trend orang bermain roller blade. Ongkos sewanya Rp. 15.000 saja per jam.

 

Bermain di Simpang Lima (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Puas bermain seperti anak kecil, kami kembali ke lokasi nasi liwet. Dan, yes!!! Nasi liwet Bu Sami sudah beroperasi.

Saat itu sudah jam 23:00 WIB. Sudah terlalu jauh dari waktunya makan malam. Namun, tetap saja warung lesehan itu dipadati pengunjung. Termasuk kami, tentunya.

 

Nasi Liwet Bu Sami (foto oleh Bayu Dharma Saputra)

 

Maka nasi liwet Bu Sami yang gurih itu akhirnya menjadi penutup liburan kami kali ini.

Sampai jumpa di petualangan berikutnya. Hey ho, let’s gooo!!!

Kumpulan foto perjalanan dari kamera Bayu Dharma Saputra, Alberth Sianturi, Erika Samosir, Cody Maverick, Yokhanan Prasetyono, dan Alex’s Team dapat dilihat disini: Foto Karimun Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *