Poster Konser

Gerakan musik dan kebudayaan pada periode 1960-an di San Fransisco tidak hanya menghasilkan grup rock hebat semacam The Grateful Dead, melainkan juga poster-poster konser bernuansa psikadelik yang sangat keren. Dan poster-poster itu, yang melintasi jaman serta berbagai perubahan kebudayaan, masih tetap hadir hingga hari ini.

Tahun 1970-an, poster konser bergeser perannya dari alat promosi menjadi merchandise. Sampai kemudian punk lahir dan memberontak, mengembalikan fungsi poster konser sebagai bagian dari promosi dan pertunjukan musik itu sendiri.

Poster konser punk wujudnya khas sekali: hitam putih, menggunakan huruf dari guntingan koran seperti pada surat tebusan penculikan. Nilai seni dan kelayakan koleksinya, menurut saya, sangat bisa diperdebatkan.

Di Indonesia, poster konser bukanlah hal yang dianggap penting, bahkan oleh musisinya sendiri.

Poster konser, terutama rock, yang bagus justru dihasilkan oleh komunitas kecil dan gerakan musik bawah tanah. Salah satunya adalah Pearl Jam Indonesia (PJID), kumpulan fans Pearl Jam di Indonesia yang, mencontoh band idolanya, menempatkan poster konser setara dengan musisi pengisi konser itu.

Berikut adalah beberapa poster konser yang sudah dihasilkan oleh PJID:

 

Pearl Jam Nite II, 2006

 

 

Poster konser ini didesain oleh Helman Taofani, anggota PJID yang sehari-harinya bekerja sebagai desainer iklan di Harian KOMPAS. Memang tidak ada gambar yang sepenuhnya orisinil dari poster ini. Namun setidaknya, poster ini jauh lebih enak dilihat ketimbang poster-poter konser tribut umumnya yang hanya menampilkan foto sang artis.

 

Pearl Jam Nite IV, 2008

 

 

Irul, yang menggunakan nama keren Roel Rocker, menjadi artis yang bertanggung jawab atas terbitnya poster ini. Juga beberapa poster PJID lainnya, yang menurut saya, sama atau bahkan lebih keren lagi. Ketika akhirnya poster ini hadir dalam edisi t-shirt dan cover DVD dokumentasi, tak ayal itu menjadi daya jual tersendiri yang cukup kuat dampaknya.

 

Acoustology, 2009

 

 

Irul kembali memberikan sentuhan emasnya pada konser PJID. Begitu fenomenal desain poster yang satu ini, ketika diwujudkan jadi t-shirt penjualannya meroket. Saya sendiri memiliki poster ini dalam ukuran super besar yang dibingkai, lengkap dengan tanda tangan sang desainer. Kepingan kenangan manis yang diabadikan di dinding kamar.

 

Backspacer Listening Party, 2009

 

 

Kali ini Davro yang mendapat kesempatan untuk menyumbangkan bakatnya. Event musik akustik yang ditujukan khusus untuk menyambut peluncuran album Backspacer menjadi panggungnya menuangkan ide. Maka lahirlah si penyu yang legendaris itu.

 

Pearl Jam Nite V, 2010

 

 

 

Irul diberi kehormatan mendesain poster event, sementara Davro diberi kehormatan yang sama tinggi dan susahnya, untuk mendesain 10 spesies langka khas Indonesia yang terancam punah. Desain-desain dalam perhelatan Pearl Jam Nite V ini, menurut saya, adalah yang terhebat. Sungguh luar biasa! Dan saya sangat bangga sudah menjadi bagian dari proses kelahiran event musik komunitas dengan standar demikian tinggi. Dimana musik tidak berhenti pada hingar-bingar ampli di panggung, namun menyebar luas sebagai pesan kepedulian akan lingkungan ke penjuru negeri.

 

Acoustology II, 2010

 

 

Mengulang event serupa 1,5 tahun sebelumnya, PJID kembali menyuguhkan konser akustik. Irul kembali didaulat untuk mendesain poster konsernya. Hasilnya, seperti biasa, keren!

 

Pearl Jam Nite VI, 2011

 

 

 

 

Seperti yang terjadi di event Pearl Jam Nite V, Irul kembali berduet dengan Davro. Namun kali ini dalam jurus yang berbeda. Irul tetap mendesain poster konser sementara Davro mendapat tantangan baru: membuat cover majalah komunitas PJID edisi perdana yang diberi tajuk RVM (Rearview Magazine). Keduanya terbukti memang punya bakat luar biasa dan segudang ide segar.

Silahkan dinikmati!

One thought on “Poster Konser”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *