Kedai Kopi: Takkie Petak 9

Semua bermula dari Pak Bondan. Punya rencana jalan-jalan kuliner ke Petak 9, Kota, bersama kumpulan Pearl Jam Indonesia (PJID), saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau, menu makan siang apa yang kira-kira layak dicoba disana. Salah satu jawabannya adalah: es kopi di kedai Takkie.

 

Es Kopi Kedai Takkie (foto oleh Melissa Ika Sandra)

 

Sekitar jam makan siang, setelah kami lelah dan kepanasan jalan-jalan di tengah pasar, kami mampir ke kedai Takkie.

Untuk ukuran kedai di tengah pasar, lebih tepatnya di gang sempit bernama Gloria, kedai itu cukup luas. Mampu menampung 30 orang lebih.

Menu minuman utama di kedai legendaris itu ada dua: kopi hitam dan kopi susu. Keduanya disajikan dengan es, dalam gelas besar. Kami mencoba keduanya.

Es kopi susunya, meski lumayan enak, saya anggap biasa saja. Menurut selera lidah saya, masih lebih lezat es kopi Vietnam di Kopi Tiam Oey atau Pho 2000.

Di kedai Takkie, es kopi hitamlah yang jadi juara! Gurih, lembut, pahitnya terasa pas di lidah, dan (anehnya) segar! Di teriknya matahari, segelas es kopi hitam Takkie terasa luar biasa nikmatnya!

Tanya punya tanya, es kopi Takkie menggunakan kopi Lampung. Saya duga dari jenis Robusta, karena pahit dan kadar kafeinnya terasa kuat sekali. Bubuk kopi dijerang dalam sebuah panci besar. Dari situlah kemudian kopi disajikan ke gelas-gelas yang sudah diisi kepingan es terlebih dahulu.

Saking lezatnya cita rasa es kopi Takkie, saya sampai pesan dua gelas. Beberapa temanpun demikian. Asyik sekali kami menyeruput kopi itu sambil ngobrol dan bercanda.

Baru sorenya, setelah kami berpisah dan istirahat di rumah masing-masing, efek dari es kopi Takkie terasa. Kami semua ternyata tidak bisa tidur meski badan lelah dan mata mengantuk! Ditambah lagi dengan degup jantung yang berpacu kencang, seperti orang habis berlari.

Ah, es kopi kedai Takkie, selain nikmat rasanya, juga mengejutkan efeknya, hahaha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *