The Newsroom

The Newsroom adalah serial televisi yang wajib ditonton! Baik bagi orang yang bekerja di media massa seperti saya (meski bukan sebagai jurnalis) atau orang pada umumnya yang masih berani berupaya hidup dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kebenaran.

 

 

Ya, The Newsroom dengan brutal memotret bobroknya institusi media massa di Amerika Serikat. Dalam hal ini, saluran televisi berita.

Bagaimana uang (yang didapat melalui pengiklan) menjadi satu-satunya ukuran. Kebenaran dan kualitas berita tak lagi menjadi yang utama. Raih audiens sebanyaknya, lalu jual ke pengiklan. Itulah sosok sesungguhnya dari media massa di Amerika Serikat saat ini. Mesin uang belaka.

Dan, saya yakin sekali, kebobrokan itu bukan hanya milik televisi di Amerika Serikat, melainkan juga menyebar ke berbagai jenis media di seluruh dunia. Juga di Indonesia. Cetak, elektronik, atau online. Sama saja!

Namun diantara yang bobrok itu muncullah sebuah unit berita bernama News Night. Misi unit ini sederhana: menjadi pilar demokrasi sesungguhnya dengan menyajikan informasi akurat pada calon pemilih di seluruh Amerika Serikat agar mereka bisa memilih wakilnya di parlemen dengan benar dan mengawal jalannya pemerintahan.

News Night berupaya mereposisi media massa. Mengembalikannya pada peran sucinya semula.

Pada kenyataannya, misi itu sama sekali tidak mudah dijalankan. Pergulatan antar individu di dalam News Night, politik kantor, hingga konspirasi tingkat nasional menjadi halangan di sepanjang jalan.

Tapi disitulah keindahan The Newsroom. Dengan sangat logis dan meyakinkan, Aaron Sorkin membawa kita berlari, melompat, bahkan sesekali terbang menghindari halangan. Melejit dari satu keberhasilan jurnalisme jujur dan akurat ke keberhasilan berikutnya.

Jalannya cerita dan dialog dalam The Newsroom, saya ingatkan kepada yang belum sempat nonton, sangat cepat. Super cepat! Ini bukan jenis film yang bisa kamu tonton sembari mengunyah pop corn dan bersenda gurau.

Di era banjir informasi picisan seperti sekarang ini, The Newsroom memberi pesan yang sangat jelas. Keras seperti petir di siang bolong. Media massa, jika tidak ingin turun nilainya menjadi setara dengan junk food, harus kembali pada fitrahnya. Harus kembali menjadi sumber informasi yang dapat sepenuhnya dipercaya.

One thought on “The Newsroom”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *