Kedai Kopi: Divebox Coffee

Dengan ruang yang demikian luas, bisa menampung 20 orang lebih, Divebox Coffee yang berlokasi di bilangan Terogong, Jakarta Selatan, layak menjadi tempat nongkrong baru. Kopi single origin yang diseduh segar, juga berbagai racikan kopi campuran yang nikmat, siap menemani obrolan santai maupun serius kita.

 

 

Di lantai atas terdapat kantor redaksi majalah Divemag. Jujur saja, saya belum pernah sekalipun membaca majalah ini. Tapi dari reputasinya, sepertinya ini majalah yang lumayan serius dan kredibel.

Yah, setidaknya di kantor itu kabarnya cukup sering terlihat penampakan Riyanni Djangkaru, presenter yang belakangan ini beken sebagai diver.

Bersama beberapa teman, sembari melontarkan segala macam omong kosong tentang kopi dan bisnis media, saya menikmati secangkir cappuccino racikan Divebox Coffee. Ini adalah rekomendasi dari sang pelayan.

Enak. Gurih. Sedikit lebih pahit dibanding cappuccino yang biasa disajikan di kedai-kedai kopi modern lainnya. Tambahkan seporsi gula merah, jadilah dia sempurna!

Omomg-omong, menurut etika kuliner Italia, sebenarnya minum cappuccino selepas jam 12 siang itu tabu. Dilarang. Yah, tapi kan disini Indonesia. Jadi, bolehlah.

Divebox Coffee menyediakan beragam kopi single origin asli Indonesia. Siap diseduh dengan metode yang kamu suka.

Malam itu sebenarnya menu istimewa yang ditawarkan adalah pour-over single origin Papua. Tapi karena sudah malam, saya tidak berani minum. Belakangan ini saya jadi sulit tidur jika minum kopi tubruk selepas maghrib.

Divebox, karena lokasi, luas ruang, dan racikan kopinya yang nikmat, sepertinya akan jadi salah satu kedai kopi tempat mangkal rutin saya dimasa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *