About me

“Yang kita butuhkan adalah cinta… Cinta… Cinta…” demikian Lennon berkata. Tentu saja kemudian dia tewas ditembak.

Begitulah hidup. Setidaknya, seperti itulah pemahaman saya tentang hidup.

Bahwa kita punya satu keyakinan, itu satu hal. Bagaimana kemudian kenyataan terwujud, itu hal lain lagi. Seringkali, keyakinan kita dan kenyataan tidaklah sejalan. Dalam saat-saat paling ekstrim, keduanya bahkan saling bertentangan!

Tapi untunglah ada Eddie. Di penghujung lagu “Black” dia bersenandung lirih. “Tu-ru-ru-tu-tu-ru-ru…” Demikian berulang-ulang, seperti tak mau berhenti.

Itu adalah ilustrasi mengenai kekecewaan yang luar biasa menohok, yang kemudian disikapi dengan pasrah. Nrimo, begitu kata orang Jawa.

Setelah semua yang sudah dilakukan, hasil tak lagi menjadi penting. Seburuk apapun hidup ini, sekalut apapun jiwa ini, hidup hanya punya satu arah. Ke depan.

Berhenti dan menyerah bukanlah pilihan…