Category Archives: Travel & Living

Ngopi Yuk!

Ngopi. Ngobrol. Cari ide. Bagi sebagian orang, bahkan hingga hari ini, konsep itu terdengar aneh. Mengada-ada.

Tapi coba lihat!

Saat ini, bahkan bocah-bocah ingusan yang hidupnya masih mengandalkan uang jajan dari orang tua pun sudah pandai nongkrong di kedai kopi modern. Mereka tak canggung memesan berbagai jenis minuman berbasis kopi yang untuk menyebutnya (apalagi menuliskannya) pun sungguh sulit!

 

 

Espresso. Cappuccino. Caffe Americano. Caffe machiato. Dan sebagainya. Dan sebagainya…

Sesungguhnya, konsep “ngopi, ngobrol, cari ide” bukanlah sesuatu yang baru. Konsep itu sudah lahir ratusan tahun yang lalu. Di Arab.

Ya, betul! Di Arab! Bukan di Italia, Perancis, atau Amerika.

Setelah pertama kali “ditemukan” oleh suku Oromo di Ethiopia, kopi kemudian menginvasi dunia Arab. Adalah kaum sufi yang pertama kali menyelundupkan biji kopi dari Ethiopia ke Yaman.

Sejak saat itu, tak butuh waktu lama bagi kopi untuk menjadi primadona dunia. Kedai kopi dengan cepat menjamur di kawasan Arab, bahkan di kota Mekah.

Dulu, pada periode 1.500-an Masehi, para imam di Mekah sempat melarang kehadiran kedai-kedai kopi. Mereka menuding kedai kopi sebagai tempat berkumpulnya para pemberontak. Tempat rencana-rencana jahat disusun.

Rupanya sejak awal kedai kopi memang ditakdirkan menjadi wadah bagi ide-ide liar. Bagi daya hidup yang terus bergejolak, menolak tunduk pada keseragaman jaman yang mengekang.

Kopi, dengan demikian, adalah teman terbaik bagi pikiran dan jiwa yang merdeka!