Tag Archives: konspirasi

Grunge Wangi a la Konspirasi di RSI

Terlambat nyaris satu jam dari jadual, Konspirasi langsung menghantam café Rolling Stone Indonesia dengan 15 lagu (3 diantaranya di-medley), Kamis, 18 September 2014 lalu. “Down”, “Shine”, “Jeremy”, “Israel’s Son”, “Black Hole Sun”, dan “Spoonman” adalah beberapa nomor cover yang mereka suguhkan, disamping tentu saja lagu milik sendiri macam “Arogan”, “Melawan Rotasi”, “Lelaki”, “Melacak Jejak Purba”, dan “Dilema”.

Tampil full team dengan konstum kemeja hitam, mereka meledakkan café yang malam itu dipadati audiens dengan distorsi maksimal.

Omong-omong soal audiens, berbeda dari kebanyakan konser grunge lokal yang sering saya datangi, audiens Konspirasi terbilang wangi. Cewek-ceweknya cantik dan bersih. Sangat memanjakan mata. Sementara cowok-cowoknya, saya tidak peduli.

Sejujurnya, asyik juga mengamati mereka penuh semangat ikut bernyanyi di hits sejuta umat macam “Shine” dan “Jeremy”. Sebagian, sepertinya yang memang fans garis keras Konspirasi, turut bersenandung bersama “Melawan Rotasi”.

Bagi saya, yang beberapa kali sempat menyaksikan mereka beraksi, baik itu di lapak mungil di kantor majalah HAI! ataupun di arena besar seperti Java Rockingland, penampilan Konspirasi malam itu rasanya bukan yang paling kick ass. Che, setidaknya, terlihat kesulitan karena memang dia sedang terserang flu berat. Alhasil, “Melacak Jejak Purba”, nomor kedoyanan saya dari album perdana mereka, meluncur nyaris seadanya saja.

Namun demikian, konser malam itu berjalan seru dan intim. Tak kurang dari Olitz Alien Sick, Ryo Domara dari Sonic Wood, dan beberapa personil Omni Band yang turut sumbang bakat dalam sesi jamming.

Distorsi, bir dingin, dan canda tawa kawan dekat. Jika kamu sama cintanya pada musik seperti saya maka sesungguhnya sajian rock seperti inilah yang kita butuhkan. Juga rindukan.

Di tengah kebisingan kota Jakarta, di sela kesibukan hidup yang menggelinding semakin tak terkendali, suguhan musik seperti inilah yang dapat kita andalkan agar tetap waras. Konser rock yang kick ass dan, pastinya, jujur!

Konspirasi, Mau Dibawa Kemana?

Dengan 5 nominasi (satu akhirnya benar-benar dibawa pulang), Kirana seharusnya berada di perayaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2012 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, semalam (4/7). Namun dia memutuskan untuk berada di Borneo House, Kemang yang padat, panas, dan bising. Bermain drum untuk Konspirasi.

Untuk komitmennya yang luar biasa itu, saya angkat topi. Segan!

Dalam konser intimnya semalam, yang sepertinya juga adalah pesta peluncuran album perdana mereka, Konspirasi menghantam dengan tak kurang dari 12 lagu. Dua diantaranya adalah lagu milik Iwan Fals, yang merupakan sosok idola bagi anak-anak Konspirasi.

 

Sampul album “Teori Konspirasi (2012)”

 

Dari total 11 lagu di album perdana yang mereka beri judul “Teori Konspirasi” itu, jika saya tidak salah ingat, hanya “Simfoni Luka” yang semalam tidak mereka bawakan.

Dibantu oleh seorang additional guitar player, Konspirasi membuka konser intimnya sekitar pukul 22:30 dengan satu nomor keras. “Koruptor”.

Selanjutnya meluncur “Melacak Jejak Purba”, “Lelaki”, “Arogan”, “Melawan Rotasi”, “Kekuatanku”, “Belum Ada Judul”, “Air Mata Api”, “Dilema”, “Stigma”, “Libidinal”, dan terakhir adalah “I Want It All”.

Bagi saya, “Arogan” adalah yang terbaik malam itu. Fucking kick ass!

Kehadiran gitar kedua memberi landasan suara yang memadai bagi Edwin untuk kemudian bermanuver dengan asyik, sehingga (tidak seperti pada beberapa kesempatan konser sebelumnya), energi dalam lagu itu benar-benar bisa terasa, persis seperti dalam album.

Tentu saja audiens bernyanyi bersama di “Melawan Rotasi”. Saya sebenarnya mau juga ikut-ikutan nyanyi. Tapi belakangan ini hidup saya agak terlalu gelap untuk bisa dinyanyikan dengan manis, seperti lagu itu.

“Kekuatanku” jadi yang paling menarik. Ada cerita disitu.

Ketika pertama kali mendengarkan lagu ini, saya sudah menduga bahwa didalamnya terkandung makna relijius. Setidaknya, punya nuansa seperti itu. Sesuatu tentang motivasi hidup.

Namun saya tidak menyangka bahwa di mata Edwin, yang jadi sumber kekuatan bagi seseorang untuk bertahan hidup dan terus berjuang adalah sosok seorang anak. Itulah makna sesungguhnya dari “Kekuatanku”.

“Ini lagu buat anak gue, dalam nuansa grunge,” demikian Edwin menjelaskan.

Dengan komitmen demikian besar dari Kirana, motivasi kuat dari Edwin, bakat serta upaya dari Che dan Romy, kekuatan finansial dan manajemen media yang baik, Konspirasi boleh dibilang punya segalanya untuk berbuat banyak. Bagi diri mereka sendiri, grunge, dan musik nasional.

Pertanyaan selanjutnya, seperti judul lagu yang dinyanyikan Kirana dan berhasil menggondol penghargaan “Produser Musik Terbaik AMI 2012”, semua itu mau dibawa kemana?