Tag Archives: grunge

Navicula Bakar Jakarta!

Ketika Navicula muncul di panggung Pekan Raya Jakarta, Kemayoran (15/6) sekitar jam 9 malam, saya sungguh khawatir. Dua band sebelum mereka (setidaknya itu yang sempat saya tonton), tampil dengan kualitas tata suara yang super payah.

Dengan ukuran panggung raksasa dan ribuan audiens yang menyemut seperti malam itu, tata suara yang payah dipastikan akan langsung meluluh-lantakkan Navicula. Mengirim mereka ke jurang kenistaan. Ke kasta terendah yang dihuni gerombolan musisi yang hanya terlihat bagus dalam bingkai foto, tapi menjijikkan bagi telinga.

 

Navicula di PRJ 2012 (foto oleh Bobo)

 

Namun kemudian Dankie menjentikkan jemarinya dan semua kekhawatiran itu sirna. Gitar mautnya meraung. Menggelegar!

Inilah suara yang membuat saya, dan mungkin juga kalian, jatuh cinta pada Navicula.

Berturut-turut, seperti motor balap yang terbakar menyala dan enggan berhenti melaju, Navicula menyuguhkan “Menghitung Mundur”, “Kali Mati”, “Aku Bukan Mesin”, “Orangutan”, “Everyone Goes to Heaven”, “Like a Motorbike”, “I Refuse to Forget”, “Metropolutan”, dan “Televishit”.

Dari lagu ke lagu mereka semakin menggila. Dan dipenghujung lagu ketiga, “Aku Bukan Mesin”, kegilaan memuncak!

Dankie, yang seolah sedang kesurupan, menghantam dengan distorsi dan feeback. Dia bahkan menggesek-gesekkan senar gitarnya ke mic stand selama beberapa saat.

Sementara Robi dan Made, yang sejak awal konser memang sepertinya tak bisa diam di tempat, jumpalitan di sepanjang panggung. Gembul, seperti biasa, mengamuk sambil duduk, menghajar drum set-nya tanpa kenal kasihan.

Akibatnya?

Om-om dan tante-tante yang semula duduk manis di jejeran bangku lantai dua resto yang tepat menghadap ke panggung sontak berdiri, melotot ke panggung, dan tersenyum. Sebagian bahkan tertawa dan bertepuk tangan. Om, tante, this is GRUNGE!

Di bawah sana, ribuan audiens yang sebagian besar adalah outsiders bersorak. Dan di luar dugaan saya, sayap kiri panggung ternyata dipenuhi anak grunge yang asyik moshing dan ber-crowd surfing! Edyaaannn!!!

Robi, sebelum membawakan “Orangutan”, menjelaskan proyek terbaru Navicula bertajuk “From Bali to Borneo”. Itu adalah rangkaian konser yang akan diselenggarakan di Kalimantan, sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat pada nasib orangutan yang kian terpojok dengan hadirnya ratusan ribu hektar perkebunan sawit, menggantikan hutan alami habitat asli mereka.

Disela-sela penampilannya ia juga sempat mempromosikan Rockotorfest, sebuah festival grunge nasional yang rencananya akan digelar di Jakarta pada bulan Desember 2012 nanti.

Jerinx dari Superman is Dead (SID) naik ke panggung menggantikan Gembul pada nomor “Metropolutan”. Kehadirannya tentu saja membuat ribuan outsiders, yang memang menantikan penampilan SID, menggila. Mereka merangsek ke bibir panggung sembari meneriakkan namanya. Luar biasa!

Dan akhirnya Navicula menutup penampilan penuh tenaganya malam itu dengan sebuah pesan brilian dari Robi: “Ini tips supaya generasi muda tambah pintar: Matikan tivi! Matikan tiviii…!!!”