Tag Archives: 1/15 coffee

Kedai Kopi: 1/15 Coffee

one fifteen

Dari semua kedai kopi modern yang pernah saya singgahi, espresso di 1/15 Coffee yang berlokasi di Jl. Gandaria 1 No 63, Jakarta, adalah yang paling segar! Demikian segarnya sehingga saya tidak berhenti di cappuccino, melainkan lanjut memesan affogato. Untuk ukuran lidah kampungan saya, kedua menu itu punya cita rasa yang luar biasa!

Seperti biasa, saya selalu bertanya pada barista, kopi apa yang spesial di kedainya?

Sore itu, sang barista cukup bijak dengan mengatakan bahwa dirinya menyukai nuansa rasa asam, dan jika saya setuju, dia menyarankan saya mencoba cappuccino yang menggunakan kopi Bali Inten Dewata sebagai espresso-nya. Tanpa pikir panjang, saya setuju.

Dan sungguh saya tidak menyesal mengikuti sarannya!

Cappuccino panas itu terjasi apik, lengkap dengan latte art generik yang rapi bentuknya. Nuansa asam dan kesegaran Bali Inten Dewata menyeruak dari gurih dan lengketnya susu. Rasa itu menyatu dengan halus di rongga mulut. Enak!

Tidak seperti cappuccino yang biasa saya nikmati, racikan yang satu ini tidak meninggalkan rasa pahit setelah disesap. Ada sedikit pahit memang, tapi tak bertahan lama dan sangat pudar rasanya. Saya suka. Namun bagi yang menyukai cappuccino yang lebih penuh, pekat, dan tegas rasa pahitnya, racikan ini mungkin tidak memenuhi harapan kamu.

Menu selanjutnya adalah affogato. Bagi saya yang sesungguhnya pecinta kopi tubruk, menu ini terasa kelewat unyu. Tapi saya selalu terbuka pada nuansa rasa baru, maka jadilah saya pesan satu.

Dua bongkah es krim vanila dan seporsi espresso pekat datang. Jujur saja, saya tidak paham bagaimana cara terbaik menikmati affogato. Jadi, berdasarkan intuisi, saya tuangkan saja espresso itu ke bongkahan es krim dan kemudian mengaduknya sedikit.

Dengan sendok kecil saya menciduk sedikit es krim dan membasahinya dengan espresso. Slurp! Alamak! Enak bangeeettt!!! Ciamik, gan!!!

Pahit dan segarnya espresso membungkus rasa dingin, gurih, manis, dan wangi es krim. Ketika masuk ke mulut, kombinasi itu langsung meleleh di lidah dan menerjang masuk ke tenggorokan. Ah, minuman unyu ini, jika disajikan dengan cara seperti ini, ternyata enak sekali.

Saya tidak tahu bagaimana menu kopi lainnya di 1/15 Coffee. Namun berdasarkan kualitas 2 menu yang saya cicipi sore itu, saya berani bertaruh bahwa menu-menu kopi lainnya akan sama nikmatnya.

Yang mengherankan adalah suasana sepi di kedai ini. Dengan tata ruang yang apik dan nuansa yang sangat nyaman, saya tidak mendengar ledakan obrolan dari pengunjung. Padahal sore itu hampir semua meja terisi.

Apakah pengunjung 1/15 Coffee adalah tipe orang-orang yang senang mengobrol sambil berbisik-bisik? Atau memang ada aturan khusus di kedai ini yang tidak saya ketahui?

Bagi saya, kopi adalah salah satu resep terbaik dalam sebuah obrolan seru. Jika minum kopi berarti harus berhenti bicara atau mengobrol dengan jaim dan penuh aturan, lebih baik saya menenggak vodka saja!

Bagaimanapun, akhirnya saya punya satu kedai kopi modern yang bisa dijadikan tempat nongkrong favorit, hehehehe…