Tag Archives: ayu utami

Saman dan Larung Bikin Patah Hati

Baca Saman dan Larung, dua novel karya Ayu Utami yang mahalegendaris itu, bikin saya patah hati. Sakit hati. Sungguh keji.

Ya, saya tahu. Saya terlambat dua puluh tahun baca novel itu. Sangat terlambat. Tapi seperti karya sastra lainnya, tidak ada yang lekang dari Saman maupun Larung. Keduanya punya kisah yang sama nyatanya. Tanpa ampun menghantam perasaan terdalam.

Saya suka Saman. Saya kenal orang seperti Saman. Yang rela melempar hidupnya sendiri ke tungku berapi untuk membela hidup orang lain. Sosok yang biasanya jadi korban. Dan memang begitulah. Saman pada akhirnya memang jadi korban.

Saya juga suka Larung. Saya juga kenal orang seperti Larung. Yang memandang hidup dengan kehampaan. Tanpa prasangka berlebihan. Juga tanpa harapan berlebihan. Hampa. Sosok yang biasanya telah demikian lama menjalani hidup yang penuh luka dengan berani. Sampai mati. Dan benarlah. Larung akhirnya memang mati.

Sengkarut relasi manusia menjadi menu utama. Penuh cinta, kecewa, dan juga gairah. Dibumbui kondisi politik Indonesia yang kacau. Kekerasan dan pemaksaan. Bahkan pembunuhan. Saman, Larung, Sihar, Laila, Yasmin, Cok, dan Shakuntala. Mereka mengaduk perasaan saya. Mengacak-ngacak keyakinan saya soal hidup, Tuhan, relasi manusia, hubungan seks, dan pemahaman akan diri sendiri. Ayu Utami, sungguh terlalu!

Saya harus akui, tidak banyak karya sastra Indonesia yang saya baca. Bukan sombong. Melainkan memang kurang berbudaya. Wawasan saya sempit. Maka ketika saya memutuskan untuk membaca, saya terperangah. Begitu indah. Begitu pilu. Kemegahan hidup yang gagah berani dan rasa kehilangan yang sepi serta kekalahan yang sulit ditelan menyatu tanpa bisa dipisah lagi.

Hidup, dari novel Saman dan Larung, ya memang kejadian demi kejadian demi kejadian yang sengkarut tak tentu juntrungan. Dan saya suka. Soalnya, hidup saya penuh sengkarut.