Tag Archives: grunge indonesia

Dominasi: Hari Kartini Versi Konspirasi

Dominasi, single Konspirasi

Di Indonesia saat ini barangkali hanya Che yang berani (dan bisa) menulis lirik bermuatan politik, agama, dan sekaligus gugatan sosial dalam satu badan lagu yang sama. Memang banyak musisi folk muncul belakangan ini. Tapi, sayangnya, sebagian besar mereka bicara soal tidur siang, piknik di taman, dan cerita-cerita yang selayaknya disimpan dalam catatan harian saja.

Tentu saja Che banyak membaca buku. Dan surat kabar. Volume bacaannya mengimbangi volume foto-fotonya di social media. Cukup adil.

Kelahiran mereka tak diharapkan… Harus dilenyapkan… Pembawa sial…

Demikian dia menulis dalam single teranyar milik Konspirasi berjudul Dominasi. Bukan kebetulan kalau lagu bertema sindiran terhadap rekayasa dominasi pria atas perempuan yang didukung budaya dan agama itu dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Konspirasi adalah grunge wangi. Setidaknya, begitulah banyak orang menyebut mereka. Ganteng, kaya, dan nge-grunge. Di telinga saya, musik mereka enak. Sangat bertenaga. Yang paling penting, liriknya layak didengar dan bahkan direnungkan.

Dominasi memiliki keanggunan rock khas Alice in Chains yang nyaris terdengar seperti metal dan keluwesan Stone Temple Pilots yang menyeret kepala untuk tak henti mengangguk. Bukan hal yang aneh mengingat semua anggota Konspirasi memang memuja dua band legendaris tersebut.

Pada Hari Kartini, lagu ini membuat saya sedih. Seratus tahun lebih setelah Kartini pergi, perempuan masih saja ditindas atas nama adat, agama, dan konsep-konsep usang lainnya.