Tag Archives: ian joshua stevenson

Candu Baru dari Zat Kimia

Ada rasa sepi yang memaksamu berkelana jauh ke alam pikiran. Seperti rindu yang nyaris terlupakan, namun ternyata masih ada di sana. Laksana kenangan masa remaja yang mendadak menyentak. Candu Baru, album perdana Zat Kimia yang dirilis pada pengujung Agustus 2017 ini, saya rasa adalah gabungan semua yang kita rindukan dari musik rock Indonesia.

Ketukan yang terkadang ganjil berkelindan dengan liarnya raungan gitar yang, anehnya, terdengar harmonis. Teriakan vokal yang kerap nyaris meleset nadanya jatuh sempurna di antara gebukan drum dan bas yang berdentum, sebuah pagar suara yang memastikan agar petualangan bunyi yang terentang dalam 10 lagu itu berakhir baik-baik saja.

Feromon, yang diletakkan di urutan ketiga, itulah dia. Kenangan manis yang menyentak. Struktur lagunya terdengar klise namun sekaligus segar. Sebuah lagu cinta yang sepenuhnya bicara cinta, namun dalam rangkaian narasi suara yang juga sepenuhnya terasa baru.

Sejak lagu pertama, Reaktan, Zat Kimia sudah menyeret kita ke dalam sebuah petualangan. Tidak terdengar nada-nada yang dipaksakan. Mereka tidak berusaha menjadi rock. Tidak kepingin vintage, tidak juga modern. Tikungan bunyi, sergapan tema, hingga kegeraman vokal yang bergetar menggulung tiada henti. Dengarkanlah Ennui, maka kalian akan mengerti.

Bagi kumpulan rock asal Bali bernama Zat Kimia, rupanya tidak tersedia kotak musik. Bagi mereka, musik adalah perjalanan bunyi yang membebaskan semua orang untuk mengambil arahnya sendiri.

Tentu saja ada Aku, yang akhirnya didaulat menjadi pamungkas, penutup album dahsyat ini. Sebuah narasi lirih tentang manusia yang angkuh. Sebuah cermin bagi kita yang barangkali sudah kelewat sibuk untuk sekadar sejenak berhenti dan bertanya tentang arti hidup.

Sejak kali pertama mendengarkan album penuhnya malam ini, bagi saya Zat Kimia benar-benar telah jadi sebuah candu baru.