Tag Archives: mantap djiwa

Suguhan Senja bagi Jiwa yang Lelah di Kedai Kopi Mantap Djiwa

40+ bawakan lagu-lagu U2 (foto oleh M. Ikhwan)

Saya tidak terlalu menyukai Bono. Bagi saya, tingkah polahnya agak kelewat rockstar. Dan terlalu gemar mencampuri urusan politik bangsa lain yang saya yakin tidak sepenuhnya dia pahami. Namun sebagai seorang penulis, saya sangat mengagumi kemampuannya menulis lirik. Lirik lagu-lagu U2 yang ditulisnya, terutama yang bercerita tentang kesulitan hidup dan takdir serta nasib yang enggan berpihak pada manusia, sungguh mengena. Luar biasa mempesona.

Ambil contoh lirik Walk On, lagu yang semalam dimainkan dengan sangat apik oleh band 40+ di kedai kopi Mantap Djiwa di bilangan BSD ini. Di bagian pembuka, Bono membisikkan “And love is not the easy thing… The only baggage you can bring… Is all that you can’t leave behind…” yang kemudian dipamungkasi dengan untaian lirik yang nyaris terdengar seperti mantra “And I know it aches… And your heart it breaks… And you can only take so much… Walk on… Leave it behind… You’ve got to leave it behind…”

Mendung menggantung di langit BSD, namun tak setetes air pun jatuh. Lagu demi lagu terus mengalir. Angin berembus pelan dan sejuk, seperti menjanjikan bahwa semua akan baik-baik saja. Tentu saja hidup tidak pernah baik-baik saja. Tidak akan pernah.

Tidak kalah menohok adalah lirik yang ditulisnya dalam lagu Stuck In A Moment You Can’t Get Out Of. Sebuah lagu indah tentang situasi yang menjepit. Tentang hidup yang berputar cepat, menggulung seperti gelombang pasang, namun jalan di tempat. Tentang keputusan yang harus diambil untuk menyelamatkan diri sendiri. Diri masing-masing. Tentang meneruskan hidup dan mengayun langkah, membawa semua kekecewaan dan luka batin. Tentang semua kekurangan dan keinginan yang tidak akan pernah kesampaian.

Begini ia menulis: “I never thought you were a fool… But darling, look at you… You gotta stand up straight, carry your own weight… These tears are going nowhere, baby…” Terdengar dan terasa kasar. Tapi tentu saja benar. Seperti makian seorang kawan baik di bar-bar busuk setelah sekian botol bir dingin murahan masuk ke pembuluh darah.

Dan begitulah kemudian Bono menuntaskan lagu indah itu. Dengan sebuah rangkaian kata yang menegaskan, sekeras dan sesulit apa pun nasib atau takdir yang menimpa, semua akan berlalu. Semua, tak terkecuali luka hati, pada akhirnya akan berlalu. “And if, and if the night runs over… And if the day won’t last… And if your way should falter… Along the stony pass… It’s just a moment, this time will pass…”

Terima kasih 40+ dan kedai kopi Mantap Djiwa. Kalian sudah memberi suguhan senja yang benar-benar menyiram jiwa. Menyejukkan jiwa saya yang terbakar setelah sekian lama tertatih menyeret rasa bersalah, karena sudah demikian angkuh dan brengsek sehingga melahirkan badai penderitaan bagi banyak orang yang sungguhan mencintai saya. Mengingkari ujar-ujar yang kerap saya dengar, bahwa sejatinya people don’t hurt the people they love.

See you when I see you… Sometimes soon, I hope.