Tag Archives: marvel

Review Film: LOGAN (2017)

Tentu saja ada beberapa orang yang membawa anak di bawah umur dan bahkan balita untuk menonton Logan. Meski kode umur film jelas tertera di tiket dan banyak himbauan beredar di social media, orang Indonesia memang sepertinya terlahir pandir.

Well, Indonesian. Tidak perlulah berharap terlalu banyak pada mereka. Lihat saja kelakukan kampungan mereka dalam Pilgub DKI Jakarta.

Sebagai fans DC, kali ini saya terpaksa mengakui Marvel sukses menghadirkan film superhero layak tonton bagi kelompok umur dewasa. Logan, tidak seperti film keluaran Marvel lainnya yang umumnya penuh humor dan ringan, terasa berat, serius, dan sangat gelap.

Gelap dalam artian bagus. Sangat bagus.

Soal anak-anak di bawah umur dan balita tadi, film ini memang penuh adegan keras dan sadis. Darah muncrat sejak menit pertama dan tidak berhenti muncrat sampai film berakhir. Kecuali kamu mau saya golongkan dalam kelompok orang Indonesia pandir, sebaiknya jangan bawa anak dan balitamu.

Sosok Logan (atau Wolverine, kalau kamu lebih suka itu) tampil utuh di film ini. Secara fisik dan emosional. Pergulatan batinnya menyeret kita untuk sesekali terpaksa berpikir tentang hidup kita sendiri. Tentang nasib sial yang menimpa dan keputusan-keputusan yang kita ambil. Tentang penyesalan dan godaan untuk menyerah kalah.

Tidak perlulah berpanjang lebar cerita soal Logan. Film ini sangat bagus bahkan di mata fans DC seperti saya yang selalu keki melihat keberhasilan Marvel.

Review Film: “Captain America: The Winter Soldier (2014)”

The Winter Soldier

Dengan total pendapatan hingga minggu ketiga sebesar USD 587 juta, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” jelas merupakan salah satu film tersukses tahun ini. Apalagi ongkos produksinya terbilang biasa saja. ‘Hanya’ USD 170 juta.

Dibanding pendahulunya, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” memang jauh lebih baik. Karakter, alur cerita, adegan laga, dan efek visual-nya unggul secara signifikan. Ada Falcon, mantan pasukan khusus yang memiliki baju terbang sangat keren. Ada juga Alexander Pierce yang licin dan brilian. Dan tentu saja, si Winter Soldier yang liat dan sangat tangguh. Intrik-intrik khas dunia intelijen juga mendapat porsi yang cukup banyak.

Kiranya semesta Marvel yang dibangun perlahan dan penuh perhitungan kini sudah membuahkan hasil luar biasa bagi para pemilik modal. Dalam sepuluh tahun ke depan, rasanya semesta Marvel masih akan mengeruk banyak keuntungan dari investasi mereka.

Jadual penayangan, tentu saja, sangat menguntungkan. Saat ini boleh dibilang film ini tidak punya pesaing serius di seluruh dunia. Setidaknya sampai ketika “Rio 2” mulai tayang.

Bagi saya, “Captain America: The Winter Soldier (2014)” bukan film yang luar biasa. Menghibur, ya. Mempesona, sama sekali tidak. Pencapaian finansialnya yang luar biasa, menurut saya, adalah buah dari upaya marketing tingkat dunia yang memang sangat mumpuni. Mereka juga harus berterima kasih pada pasar Cina yang menyumbang nyaris USD 100 juta dari total pendapatan hingga minggu ini.

Jika ada yang mengecewakan dalam film ini, itu adalah potongan rambut Black Widow. Ya, ampun jelek banget! Sisanya, sangat menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.