Tag Archives: review

Review Film: LOGAN (2017)

Tentu saja ada beberapa orang yang membawa anak di bawah umur dan bahkan balita untuk menonton Logan. Meski kode umur film jelas tertera di tiket dan banyak himbauan beredar di social media, orang Indonesia memang sepertinya terlahir pandir.

Well, Indonesian. Tidak perlulah berharap terlalu banyak pada mereka. Lihat saja kelakukan kampungan mereka dalam Pilgub DKI Jakarta.

Sebagai fans DC, kali ini saya terpaksa mengakui Marvel sukses menghadirkan film superhero layak tonton bagi kelompok umur dewasa. Logan, tidak seperti film keluaran Marvel lainnya yang umumnya penuh humor dan ringan, terasa berat, serius, dan sangat gelap.

Gelap dalam artian bagus. Sangat bagus.

Soal anak-anak di bawah umur dan balita tadi, film ini memang penuh adegan keras dan sadis. Darah muncrat sejak menit pertama dan tidak berhenti muncrat sampai film berakhir. Kecuali kamu mau saya golongkan dalam kelompok orang Indonesia pandir, sebaiknya jangan bawa anak dan balitamu.

Sosok Logan (atau Wolverine, kalau kamu lebih suka itu) tampil utuh di film ini. Secara fisik dan emosional. Pergulatan batinnya menyeret kita untuk sesekali terpaksa berpikir tentang hidup kita sendiri. Tentang nasib sial yang menimpa dan keputusan-keputusan yang kita ambil. Tentang penyesalan dan godaan untuk menyerah kalah.

Tidak perlulah berpanjang lebar cerita soal Logan. Film ini sangat bagus bahkan di mata fans DC seperti saya yang selalu keki melihat keberhasilan Marvel.

Review Album Musik: “Revelation of Universe” oleh Freak

IMG_20160425_113844

Ada sedikit nuansa bunyi Nirvana, Silverchair, dan Bush di album terbaru Freak berjudul “Revelation of Universe” yang baru saja diluncurkan 16 April 2016 lalu. Not a bad thing. Mereka terdengar modern dan penuh energi. Sedikit muram dan marah di sana-sini, Freak hadirkan sealbum penuh nuansa musik alternative rock/grunge yang bisa dinikmati tanpa perlu mengerutkan dahi.

Seperti banyak rock band asal Bandung lainnya, mereka sedikit condong ke metal. Sekilas dengar, mereka nyaris terdengar seperti Besok Bubar, namun dengan nada yang lebih manis dan dinamis. Suguhan musik mereka, setidaknya di album ini, memang lumayan banyak memainkan pola keras-sunyi layaknya album awal Silverchair atau, dalam konteks genre, album grunge pada umumnya yang berkiblat ke Nirvana.

“Wayout”, lagu pertama di album ini, sangat kece. Sebagai nomor pembuka, lagu itu terasa energik, modern, manis, dan menggugah semangat perlawanan. Lagu ini adalah sebuah anthem tentang jati diri, tentang perjuangan melawan tudingan sekeliling dan berusaha menggapai impian.

Selanjutnya adalah “Walk This Way”. Masih tetap keras dengan sedikit nada-nada miring. Reff di lagu ini, yang bunyinya “Walk this wayTake my handNo more fearNo more complain…” rasanya bakal sangat enak kalau diteriakkan bersama dalam konser panas tengah malam.

Ya, Freak memang menggunakan bahasa Inggris dalam lirik-lirik lagunya. Di album ini, hanya lagu kesepuluh berjudul “Meliar Terbakar” yang berbahasa Indonesia.

Berurutan kemudian hadir “Fake” yang lumayan banyak menyuguhkan eksplorasi gitar, “We Will Find The Way” yang terdengar sangat manis, “Coming Home” yang menyuguhkan musik bergaya Bush dengan nuansa vokal ala Kurt Cobain, “Get Up” yang sedikit berbau balada, “Mind Control” yang anggun dan kaya nuansa, sekaligus merupakan salah satu favorit saya di album ini, “Say Hello and Goodbye” yang terdengar garage dan mengingatkan saya pada masa-masa kuliah, “Tonight” yang pedih dan sarat perenungan, “Meliar Terbakar” yang sangat metal, dan “The End” yang sesuai judulnya, terdengar seperti lambaian tangan perpisahan.

Secara keseluruhan, album “Revelation of Universe” milik Freak terbilang sangat memuaskan. Fresh. Mereka tidak berkutat di nuansa gelap grunge, tidak juga menyentuh tema-tema putus asa untuk lirik lagunya. Mereka tidak memaksa dirinya untuk terdengar marah dan berbahaya. Sebaliknya, mereka memilih arah bunyi dan tema lagu yang berbeda, yang jauh lebih relevan dengan jaman.

Freak, menurut hemat saya, patut dicermati sepak terjangnya di kemudian hari.