Tag Archives: rhoma irama

Musisi Besar dan Politik: Rhoma Irama, Pearl Jam, dan Slank

Rhoma Irama di Konser Kampanye PPP
Rhoma Irama di Konser Kampanye PPP

Pemilu 1977, PPP mendapat suara lebih banyak dibanding Golkar. Apa pasal? Mereka punya Rhoma Irama! Ya, si Raja Dangdut jadi berlian bagi partai berbasis Islam itu. Ketenarannya demikian hebat sampai-sampai mampu mempengaruhi orang untuk mengubah haluan politik yang sesungguhnya adalah pilihan pribadi seperti halnya agama dan orientasi seks.

Pemilu berikutnya, tahun 1982, tidak begitu dahsyat. Namun PPP, dengan Rhoma masih jadi ujung tombak pengumpul massa, boleh dibilang masih tetap digjaya.

Tahun-tahun selanjutnya, Rhoma Irama menderita. Karir musiknya dihantam habis-habisan oleh Orba. Konsernya dicekal disana-sini. Dia dilarang tampil di televisi. Tak kurang dari 11 tahun dia menanggung semua itu.

Ketika akhirnya dia melunak dan masuk Golkar, karir musiknya kembali melejit. Tapi sebagian besar penggemarnya, yang juga adalah simpatisan PPP, menyimpan dendam. Dengan alasan politik, mereka meninggalkan Rhoma. Melupakan keindahan musiknya. Melupakan pesonanya yang pernah demikian dahsyat membius mereka.

Eddie Vedder dan Insiden Topeng Bush
Eddie Vedder dan Insiden Topeng Bush

1 April 2003. Di penghujung lagu “Bu$hleaguer” yang merupakan lagu ke-20 dalam konser di Pepsi Center, Denver, Amerika Serikat malam itu, Eddie Vedder membuka topeng Bush yang dikenakannya. Dengan santai dia kemudian menancapkan topeng itu ke mic stand, memutar-mutarnya di udara, dan kemudian membantingnya ke lantai panggung!

Sontak sebagian penonton meradang. Setelah sebelumnya berusaha sabar mendengarkan ceramah politik Eddie Vedder sepanjang konser yang semuanya mencaci kebijakan Bush mengirim pasukan ke Irak, mereka akhirnya tak lagi tahan. Ada yang memaki, ada yang melempar koin ke panggung. Semua yang sudah naik pitam beranjak pergi meninggalkan lokasi konser.

Konser itu sendiri berlanjut hingga lagu ke-25, “Rockin’ in The Free World”. Dan Pearl Jam, sampai hari ini, tetap dikenal sebagai band yang keras kepala dan tidak gentar sedikit pun menyampaikan pandangan politiknya. Setidaknya, melalui Eddie Vedder.

Malam itu, dapat dipastikan bahwa Pearl Jam kehilangan banyak penggemar yang jijik dengan pandangan politik mereka. Termasuk penggemar yang saat itu tidak nonton konser, namun membaca beritanya berhari-hari, bahkan mungkin berbulan-bulan, kemudian.

Slank Deklarasikan Dukungan pada Capres Jokowi
Slank Deklarasikan Dukungan pada Capres Jokowi

Tahun ini, 2014, di Indonesia. Slank terang-terangan menyatakan dukungannya pada capres Jokowi. Mereka dengan terbuka mengajak semua fans-nya untuk ikut bergabung dalam kampanye pemenangan Jokowi, meski dengan bijak mereka juga membebaskan fans untuk teguh pada pilihan capresnya masing-masing.

Kaka, ketika ditanya alasannya mendukung Jokowi, menyatakan bahwa dia sreg dengan sosok sang capres. Berdasarkan pengalaman bekerja bersama dalam beberapa kesempatan selama Jokowi menjadi gubernur DKI, Kaka melihat Jokowi adalah sosok yang baik dan merakyat. Lebih penting lagi, dia mengeluarkan keputusan yang pro-rakyat dan benar-benar mau bekerja. Bukan sekedar berwacana.

Serasional apa pun alasannya, keputusan Slank untuk terjun ke politik praktis dipastikan akan membawa mereka pada nasib yang tidak jauh beda dengan yang dialami Rhoma Irama maupun Pearl Jam. Dikucilkan oleh sebagian fans-nya sendiri. Dihapus dari ruang hati mereka yang semula memuja.

Apakah itu bayaran yang setimpal? Ya atau tidak, tentu mereka sendiri yang bisa jujur merasakan dan kemudian menjawabnya.