Resident Evil: Retribution (2012)

“Resident Evil: Retribution (2012)” sama sekali bukanlah film aksi yang bisa dinilai unggul. Tema dan alur cerita, akting serta dialog, semua masuk kategori medioker. Satu-satunya hal yang lumayan bisa dibanggakan, barangkali, adalah efek visualnya.

 

 

Mengemas ulang film bertema sama sampai kali kelima, apapun hasilnya, sebenarnya adalah wujud keserakahan belaka. Satu-satunya tujuan adalah cari duit.

Dari mana? Ya dari orang-orang seperti saya ini, penggemar film yang sebenarnya sudah tahu bahwa film ini bakal payah, tapi tetap saja beli tiket dan nonton. Bodoh, ya?

Sebagian orang mengatakan bahwa dibanding pendahulunya, versi kelima dari Resident Evil ini adalah yang paling bernuansa game. Masalahnya, saya tidak begitu suka main game.

Setelah sama sekali tidak puas dengan re-make “Total Recall (2012)” dan edisi keempat dari Bourne yang berjudul “Bourne Legacy (2012)”, rasanya sempurna sudah nelangsa ini dengan “Residen Evil: Retribution (2012)”. Sungguh celaka!

Tahun 2012 ini sepertinya terancam akan terlewati tanpa film yang memuaskan. Harapan yang tersisa tinggal dua: “Skyfall (2012)” dan “The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)”. Mudah-mudahan keduanya bisa memenuhi ekspekstasi saya, dan mungkin, kita semua. Amin!!!

2 thoughts on “Resident Evil: Retribution (2012)”

  1. efek 3D nya nolong film ini dari pada 2 film sebelumnya yang lo sebut,,

    tapi emang bener kita berharap di skyfall nih kayaknya,, haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *