Skip to content Skip to footer

Guns n’ Roses Bakal Konser di Jakarta!

Rabu, 17 Oktober 2012, melalui websitenya, Guns n’ Roses (GnR) resmi mencantumkan Jakarta, Indonesia sebagai lokasi konser mereka di penghujung tahun ini. Satu-satunya konser mereka di Asia Tenggara itu dijadualkan akan digelar pada hari Sabtu, 15 Desember 2012, di Senayan.

 

 

“Ikon hard rock dunia ini akan menyelenggarakan konser pertamanya di salah satu kota terpadat di dunia: Jakarta,” demikian bunyi pengumuman di website tersebut.

Tentu saja berita ini menggemparkan! Tak ada angin tak ada hujan, kenapa tiba-tiba GnR memasukkan Jakarta dalam jadual tur mereka? Hanya Axl Rose dan, barangkali, Tuhan, yang tahu.

Sejak masa hiatus pasca peluncuran album “The Spaghetti Incident?” tahun 1993 yang mengecewakan, yang kemudian disusul dengan bubarnya formasi awal GnR pada tahun 1998, fans GnR yang jumlahnya barangkali puluhan juta orang di seluruh dunia terbagi menjadi dua. Sebagian terus mengikuti sepak terjang GnR, sebagian lainnya berhenti menyukainya.

Kelompok yang berhenti menyukai GnR punya alasan sederhana dan masuk akal: GnR saat ini tidak dapat disebut GnR sungguhan karena anggota asli yang tersisa di dalamnya hanya Axl Rose saja. Maka kemudian mereka kerap memberi julukan olok-olok seperti “Axl n’ Friends” atau “GnR Cover Band”.

Olok-olok GnR Cover Band itu rasanya kurang pantas, mengingat sebagian anggota dalam formasi GnR saat ini sudah bertahan lebih lama dibanding anggota formasi aslinya.

Kelompok yang terus menyukai GnR, tentu saja, adalah fans garis keras Axl Rose. Juga kelompok penikmat musik rock yang tidak terlalu mempedulikan sejarah atau teori orisinalitas.

Namun bagi saya, itu semua tidak penting. Pertanyaan utamanya sekarang adalah: bagaimana rekam jejak kualitas konser GnR sepanjang 2012 ini?

Axl Rose, tentu saja, sudah gendut dan tidak lagi gemar berlarian di atas panggung. Menari pun dia jarang. Dan vokalnya, seperti kebanyakan vokalis rock berusia 50-an lainnya, tidak lagi melengking dan penuh tenaga seperti dulu.

Lihat saja penampilannya di video ini, membawakan “Paradise City” dalam sebuah konser di Belanda, Juni 2012 yang lalu:

Satu hal yang tidak berubah, bahkan sepertinya tambah parah, adalah kebiasaannya telat naik ke panggung. Dalam beberapa kesempatan, keterlambatannya demikian ekstrim: sekitar 2 jam telat dari jadual konser!

Namun janganlah sekali-kali memandang rendah Axl Rose dan musisi pendukungnya di GnR formasi baru ini. Mereka adalah musisi kelas dunia. Sepayah apa pun penampilannya, mereka punya kualitas yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Rolling Stone, dalam review konser pembuka tur GnR 2012 di New York, Februari lalu bahkan memuji penampilan GnR. “Siapa sangka, di usianya yang sudah 50 tahun, Axl Rose masih mampu menjerit demikian liar dan penuh tenaga?” demikian Andy Greene menulis.

Review NME atas konser GnR di Dublin, Mei 2012, sama positifnya. Hutang GnR pada audiens Dublin yang mereka kecewakan 19 bulan sebelumnya terbayar lunas dengan konser tersebut.

Reporter Esquire, dalam reviewnya, mengaku menyesal telah melewatkan banyak konser GnR formasi baru gara-gara ogah membuka pikiran pada hadirnya pengganti Slash dan Duff yang memang rasanya mustahil diganti sepenuhnya.

Namun, apa pun yang ditulis media, sebaiknya tidak kita telan mentah-mentah.

Sepanjang karirnya, GnR memang tidak pernah berusaha menjadi musisi yang menjamin kepuasan audiens dalam konser-konsernya. Itu, sesungguhnya, adalah salah satu alasan utama kenapa Axl Rose dan Slash selalu bersitegang.

Satu saat mereka dapat tampil luar biasa memukau, saat lain mereka bisa hancur lebur bagai debu. Di satu momen mereka demikian solid, namun di momen berikutnya mereka bisa begitu rapuh dan ribut hanya karena alasan sepele. Kesuksesan dan kehancuran seolah menjadi satu dalam tubuh GnR.

Tapi justru itulah yang membuat semuanya jadi menarik!

Konser rock tidak pernah soal kesempurnaan vokal atau permainan instrumen. Tidak juga soal jaminan bahwa semua akan berjalan lancar, mulus hingga penghabisan.

Konser rock adalah soal resiko. Soal kesempatan. Performer dan audiens, dalam sebuah konser rock, sama-sama mencari momen terbaiknya masing-masing. Ketika keduanya bersatu, menemukan apa yang dicari, maka itu akan jadi salah satu momen terindah dalam hidupnya.

Sebaliknya, jika ternyata dalam konser GnR di Senayan nanti Axl Rose tak menemukan momen terbaiknya (atau lebih parah, konsernya dibatalkan), dan kita sebagai penonton ternyata sama saja sialnya, ya sudah. Terima saja. Toh kita semua tahu bahwa hidup memang tak adil. Shit happens!

Saya, tanpa ragu, akan mempertaruhkan segalanya untuk konser itu. Untuk kesempatan langka berteriak bersama Axl Rose, menjeritkan lirik yang sudah demikian berpengaruh pada masa remaja saya: “You’re in the jungle baby! You’re gonna diiiiieeeee…!!!”

9 Comments

  • Tristan
    Posted October 18, 2012 at 1:09 pm

    axl rose tentu saja sdh “gendut”!

    kira2 buncit mana sama yg nulis artikel ini yak??
    hahahah 😀

  • wustuk
    Posted October 18, 2012 at 1:15 pm

    Weits! Jangan salah! Perut saya sekarang lumayan langsing, utk ukuran Homer Simpson

  • wustuk
    Posted October 18, 2012 at 1:28 pm

    Tambahan info:

    1. Video dalam artikel ini ternyata tidak bisa dibuka menggunakan browser Chrome. Mohon maaf

    2. Info pemesanan tiket ke Raja Karcis: http://rajakarcis.com/2012/10/16/guns-n-roses/

  • layla
    Posted October 18, 2012 at 2:52 pm

    sepertinya bakal banyak penyanyi dangdut yg nongton, secara di indonesia suit cail omain bgt terkenal dgn versi koplonya..

  • wustuk
    Posted October 18, 2012 at 3:34 pm

    WOW! Bakal denjer nih konsernya! Senggol bacok cuy!

  • endang axl
    Posted October 22, 2012 at 10:04 am

    Smart posting! Sama seperti gw, alasan gw konsisten ngikutin GN’R adalah : 1. Tdk permasalahkan Slash dkk yg udh cabut, karena Tommy Stinson, Richard Fortus,Ron Thal, Robin Finck, Chris Pitman adl nama2 jawara yg ngga kalah dasyatnya dg Slash dkk. Mungkin bedanya “Slash” kadung dijadikan icon GN’R bersama Axl, pdhl kemampuan Slash banyak yang bisa nandingin. 2.Ngga pernah dipikirin knp Axl skrng gendut & jelek. Semua org akan menjadi tua & jelek. 3.Kwalitas suara Axl yg menurun? Sangat manusiawi semua Vocalis akan menghadapi problem yg sama, bukan cuma Axl Rose! 4. Formasi musik yg berubah. Memang sengaja Axl merubah warna musik glam ke musik indutrial yg byk mengandung syntetizer. Kalo mau bikin sprti formasi lama kayak AFD & Illussion, ngga pernah berantem sama Slash. So, guys, jangan pernah menjadi manusia picik yg mengolok2 New GN’R, karena mrk tetap GN’R yang sekarang makin dewasa!

  • wustuk
    Posted October 23, 2012 at 9:12 am

    Mari berharap semoga Axl berada di level emosi dan performa terbaiknya saat konser di Jakarta 15 Desember nanti. Amin!

  • Robi Navicula
    Posted October 23, 2012 at 4:07 pm

    Welcome to Jakarta, ‘Welcome to the jungle’, GN’R !! Setelah saya baca blog ini saya udah ‘Don’t cry’ lagi terhadap GN’R yg sempat ‘Coma’, ‘Breakdown’ bahkan ‘Right Next Door to Hell’. Masih bisa eksis ngeband sampai tua, kalian tetap jadi band hebat, seperti saat saya masih berusia di bawah ’14 Years’ old dulu. Memang, ‘It’s So Easy’ menjelek-jelekkan band ini, tapi biarlah ‘Yesterday’ is past, yg penting sekarang kita ‘Live and Let Die’ bersama spirit rock n roll-mu 😉

  • wustuk
    Posted October 23, 2012 at 4:18 pm

    Gimana kalo Navicula jadi pembuka konser ini? Jadi kalo Axl telat, kalian bisa manggung yg lamaaaa, kan saya puas tuh, hehehe…

Leave a comment