Djaksphere 2012

Djakarta Artmosphere, sering disingkat menjadi Djaksphere, akan digelar untuk kali keempat pada hari Sabtu, 10 November 2012 nanti. Untuk kali ini, pagelaran musik tahunan itu akan mengambil lokasi di Balai Sarbini, Jakarta.

 

 

Seperti biasanya, Djaksphere akan kembali menyuguhkan kolaborasi musisi masa kini dengan legenda hidup dari era-era sebelumnya. Konsep yang menarik dan sangat berguna.

Menarik, karena ruang untuk membuat kolaborasi yang mengejutkan terbuka luas. Sangat berguna, karena dapat menjadi gerbang bagi generasi masa kini untuk mengenal karya-karya luar biasa dari masa lalu. Juga sebaliknya, menjadi panggung bagi para musisi legendaris untuk meraih audiens baru.

Bagi saya dan barangkali semua fans Pearl Jam (PJ) lainnya, konsep seperti ini bukanlah hal yang aneh. Sepanjang karirnya PJ sangat sering membawakan lagu-lagu dari legenda musik dunia. Saya mengenal Neil Young, The Ramones hingga The Who dari lagu-lagu cover yang dibawakan PJ.

Cara PJ membawakan lagu-lagu cover tersebut sungguh luar biasa menggugah. Membuat saya akhirnya membeli dan mencoba menyelami musik-musik tersebut.

Sebagian akhirnya saya sukai, sebagian lainnya, tidak. Namun pesan dan perannya jelas sekali: PJ menjadi jembatan bagi saya untuk mengenal beragam spektrum musik dari berbagai era yang ternyata punya keindahannya masing-masing.

Djaksphere melakukan hal sama, dengan lebih ekstrim. Tidak hanya meminta musisi masa kini membawakan karya-karya para legenda, Djaksphere juga memberi ruang untuk kolaborasi. Kesempatan untuk melakukan interpretasi ulang.

Hasilnya? Kadang memukau, kadang biasa saja. Tapi yang jelas, selalu segar dan mengejutkan.

Dua pagelaran Djaksphere yang saya hadiri, tahun 2010 dan 2011, selalu terasa unik. Favorit saya, tentu saja, adalah kolaborasi Navicula bersama God Bless. Sempurna!

Tahun ini, semoga pagelaran musik dengan konsep dan eksekusi yang berani ini mendulang sukses kembali.

Ditengah iklim konser Jakarta yang melulu soal meraih audiens dan mengeruk duit seperti sekarang, Djaksphere rasanya pantas dibela, diperjuangkan terus, agar musisi dan fans musik punya pilihan alternatif konser yang bernilai tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *