Skyfall (2012): Runtuhlah Semua Pencapaian Itu

Dengan ongkos produksi sebesar US $ 150 juta dan Daniel Craig serta Javier Bardem tampil sebagai bintang utama, Skyfall (2012) seharusnya jadi sebuah film aksi yang bisa diandalkan. Namun, kenyataannya tidak demikian.

 

 

Dibanding dua pendahulunya, Casino Royale (2006) dan Quantum of Solace (2008), Skyfall (2012) bahkan dapat disebut sebagai yang paling payah.

Hilang semua kelugasan James Bond yang sudah demikian bagus ditampilkan Daniel Craig dalam kedua film sebelumnya. Juga alur cerita yang padat dan mengalir cepat. Semua kandas!

Drama, pertempuran, percintaan dan kemewahan, yang sebelumnya terjalin rapi, kini hadir sebagai bencana. Terasa bertele-tele dan tidak perlu. Seperti gincu murahan yang merusak wajah alami nan cantik rupawan.

Selama menonton Skyfall (2012), yang memang saya tonton pada penayangan yang cukup larut (21:00 WIB), beberapa kali saya nyaris jatuh tertidur!

Penampilan Craig dan Bardem, tentu saja, tidak jelek. Secara terpisah, masing-masing menampilkan sosok jagoan dan penjahat yang utuh. Namun tidak ada ikatan personal yang kuat diantara keduanya.

Di film ini, dua sosok yang semestinya lekat menyatu dalam pergulatan mematikan antara baik dan buruk tersebut malah terlihat seperti saling terasing. Seolah kehilangan motivasi yang jelas, juga logis, untuk saling membunuh.

Satu sentuhan yang menyegarkan adalah cukup banyaknya unsur jenaka yang diselipkan dalam cerita. Seperti Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011), Skyfall (2012) sukses menampilkan sosok jagoan sangar menjadi lebih manusiawi. Bisa menertawakan kegagalan dan kekurangannya sendiri.

Tapi sekali lagi, kecuali kamu kelebihan uang saku dan waktu senggang atau memang fans berat James Bond, sebaiknya cari film lain untuk ditonton.

But, hey, menonton film yang tidak sempurna juga tidak apa-apa kok! Ini kan hiburan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *