Skip to content Skip to footer

Review Film: The Croods (2013): Animasi 3D yang Sempurna!

The Croods (2013), tanpa keraguan, adalah film animasi 3D terbaik di awal tahun ini. Efek 3D-nya apik, karakter-karakternya hidup dan yang paling penting, ceritanya lucu, seru sekaligus mengharukan. Semua kesenangan menonton film bioskop terpenuhi olehnya.

 

 

Seperti kebanyakan film animasi produksi Hollywood belakangan ini, “The Croods (2013)” juga menampilkan remaja putri sebagai tokoh utamanya. Sifatnya pun seperti sudah disepakati untuk serupa: pemberontak, pemberani, bosan dengan aturan yang ada dan punya rasa ingin tahu yang sangat besar.

Singkatnya, tokoh utama dalam film ini adalah seorang remaja putri yang gemar bertualang. Simbol gerakan feminisme yang rupanya kian marak masuk ke ranah film anak-anak.

Sejak awal film, saya merasa ada yang familiar dari suara dari Grug, kepala keluarga kecil manusia gua dalam “The Croods (2013)”. Ternyata memang benar. Pengisi suara Grug tak lain dari Nicolas Cage. Pantas, rasanya kenal!

Ya, film animasi 3D ini memang bercerita tentang kehidupan pra-sejarah dan manusia gua. Tentu saja, dalam sudut pandang komedi anak-anak. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah manusia purba.

Bentangan alam dalam film inilah yang menurut saya paling mengasyikkan untuk dinikmati. Mulai dari gunung batu, gua bawah tanah, hutan yang luar biasa lebat dan luas hingga gunung berapi yang meletus tanpa ampun. Semua disajikan penuh warna dan sangat dinamis.

Hewan-hewannyapun tak kalah mencengangkan. Jenis, ukuran dan warna dipadukan seolah tanpa batasan. Tidak ada logika. Maka jangan heran jika di film ini harimau bisa berbulu biru. Atau, ikan paus ternyata punya kaki. Namun yang pasti, semuanya benar-benar terlihat nyata. Seperti benar-benar hidup.

Dengan dana produksi sebesar US $ 135 juta, “The Croods (2013)” sungguh layak disebut sebagai film animasi 3D yang mumpuni. 98 menit penuh aksi yang super menghibur!

Leave a comment