Skip to content Skip to footer

Review Film: Pacific Rim (2013): Benar-benar Besar!

Berseberangan dengan film-film kelas kakap Hollywood lainnya, “Pacific Rim (2013)” sangat menghindari pertempuran di ruang publik yang padat penduduk. Jika pun terjadi, maka penduduk tersebut dipastikan sudah terlebih dulu diungsikan. Guillermo del Toro, sutradara sekaligus penulis film ini, memang menghendaki adegan laga dalam filmnya bisa dinikmati tanpa membebani penonton dengan pertanyaan: “Berapa banyak korban tak bersalah yang mati?”

 

 

Ongkos produksi sebesar US $ 180 juta jelas dibelanjakan penuh untuk urusan efek visual. Tampilan Jaeger (robot raksasa yang dikendalikan dua orang pilot yang pikirannya saling terhubung) dan Kaiju (monster yang berasal dari sebuah portal di dasar laut) luar biasa memukau. Begitu besar, detil, dan nyata.

Kita dibuat seolah dapat merasakan kekuatan pukulan, kecepatan gerak, bobot ribuan ton, dan keberingasan yang sangat mengerikan dalam setiap baku hantam antara Jaeger dan Kaiju. Ditambah dengan tata suara yang memekakkan telinga, lengkaplah sudah!

Tema dan alur cerita, penokohan, serta dialog dalam film ini terbilang biasa. Tidak ada hal yang istimewa.

Saya cukup terkejut mendapati kenyataan bahwa film ini tidak memberi porsi sama sekali pada adegan seks/percintaan dan bahasa-bahasa dewasa lainnya. Kecuali duel-duel berskala raksasa yang memang jadi tumpuan utamanya, film ini tergolong sangat aman bagi anak-anak.

“Pacific Rim (2013)”, setelah semua hingar bingar pertempuran itu berlalu, ternyata mampu menyisakan pesan yang sungguh manis bagi kita semua: Tidak akan ada keberhasilan dan kenyamanan hidup tanpa kerja sama. Dan untuk itu, langkah pertama yang harus diambil adalah menerima kekurangan orang lain dan mengulurkan tangan untuk memberi bantuan.

2 Comments

  • Ashobru Dhia
    Posted July 29, 2013 at 8:05 am

    Saya suka sama musical score nya..

    • wustuk
      Posted July 29, 2013 at 8:10 am

      Djawadi + Morello, hmmm…

Leave a comment